YALPK dan Pengusaha Tionghoa Surabaya Kecam Aprindo Minta Penjualan LPG Subsidi dan BBM Eceran di Warung Madura Diperketat

- Redaksi

Sabtu, 11 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum (Ketum) Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK), H. Edy R. A. Tarigan mengecam keras permintaan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar penjualan tabung elpiji subsidi 3 kg dan BBM (Bahan Bakar Minyak) di warung kelontong Madura diperketat.

“Ingat bung, rakyat yang sedang lapar bisa melakukan apa saja di luar nalar akal manusia kalau dia sudah berusaha halal dan tidak merugikan siapapun, tapi malah dilarang,” seru Etar, panggilan populisnya, Sabtu (11/05/2024).

Ia menegaskan kehadiran pelaku usaha warung Madura sampai sekarang ini selain untuk mencari nafkah juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat setiap saat dengan harga terjangkau.

Menurutnya, mestinya Pemerintah dan para pengusaha ritel ikut bangga dengan ide kreatif dan usaha mandiri mereka (pelaku usaha warung Madura) dapat berkembang tanpa sokongan bantuan modal dari Pemerintah ataupun swasta.

“Jadi keberadaan pelaku usaha warung Madura jangan dikebiri,” tandasnya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPC Peradi SAI (Suara Advokat Indonesia) Sidoarjo ini berharap semua pihak bisa mendukung berkembangnya warung Madura, bukan seolah malah ingin ‘membunuh’-nya.

“Aprindo jangan takut tersaingi dengan pelaku usaha warung kelontong Madura,” pungkasnya.

Sementara itu, pengusaha Tionghoa asal Surabaya, Singky Soewadji juga ikut bersuara keras menyikapi permintaan Aprindo tersebut.

“Kalian (pengusaha ritel) mau menangnya sendiri!. Bukankah ritel kalian juga jual LPG,” sentil Singky, panggilan karibnya, Sabtu (11/05/2024).

Pengusaha kembang api yang juga dikenal sebagai pengamat satwa liar itu menambahkan para pengusaha ritel kalau tidak malu silahkan saja ikut jual bensin eceran.

“Jangan diskriminatif. Maju terus Taretan (bahasa daerah Madura yang berarti saudara),” tutur Singky menyemangati para pelaku usaha warung Madura.

Lainnya:

Berita Terkait

Saat Kota Lamongan Terlelap, Polsek Tikung Bergerak Senyap Cegah Kejahatan 4C
Polisi Turun ke Jalan, Patroli Polsek Tikung Diperketat, Warga Lamongan Diminta Siaga Jaga Keamanan
Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam
Patroli Obvit Polsek Tikung Perketat Pengamanan Malam, Cegah 4C di Titik Rawan
Polsek Tikung Sikat Titik Rawan di Lamongan, Patroli Objek Vital Digeber Cegah Kejahatan 4C
Polsek Tikung Bergerak Tengah Malam di Lamongan, Patroli Blue Light Sapu Balap Liar dan Kriminalitas
Polres Jombang Bentuk Sabuk Kamtibmas, Cegah Gangguan Sebelum Membesar
Dini Hari Disikat! Modus Pembeli Palsu Gasak Tas Pedagang Semarang

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:19 WIB

Saat Kota Lamongan Terlelap, Polsek Tikung Bergerak Senyap Cegah Kejahatan 4C

Senin, 4 Mei 2026 - 11:51 WIB

Polisi Turun ke Jalan, Patroli Polsek Tikung Diperketat, Warga Lamongan Diminta Siaga Jaga Keamanan

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:56 WIB

Respon Cepat 110 Polres Lamongan, Tiga Gangguan Kamtibmas Ditangani dalam Semalam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:48 WIB

Patroli Obvit Polsek Tikung Perketat Pengamanan Malam, Cegah 4C di Titik Rawan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:45 WIB

Polsek Tikung Sikat Titik Rawan di Lamongan, Patroli Objek Vital Digeber Cegah Kejahatan 4C

Berita Terbaru