PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Paguyuban Driver Ambulans wilayah Jawa, Madura, dan Bali menggelar kegiatan buka puasa bersama di kawasan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri sekitar 120 driver dan relawan ambulans dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta yang hadir berasal dari sejumlah wilayah seperti Pasuruan, Malang, Probolinggo hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah memperkuat koordinasi antar driver ambulans yang selama ini berperan penting dalam layanan darurat kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, para driver ambulans berbagi pengalaman lapangan sekaligus membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi saat menjalankan tugas kemanusiaan. Mulai dari penanganan pasien gawat darurat, koordinasi antar relawan, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas pelayanan.
Ketua Paguyuban Driver Ambulans Jawa Madura dan Bali, Rudi Hartono, mengatakan kebersamaan antar driver ambulans sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, profesi driver ambulans memiliki tanggung jawab besar karena berada di garis terdepan dalam proses penyelamatan nyawa.
“Driver ambulans adalah garda terdepan dalam penyelamatan nyawa. Kebersamaan seperti ini penting untuk memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rudi Hartono.
Ia menambahkan, forum pertemuan seperti ini juga menjadi ruang diskusi bagi para relawan untuk saling bertukar informasi mengenai prosedur pelayanan, koordinasi rujukan rumah sakit, hingga standar keselamatan dalam menjalankan tugas di lapangan.
Sementara itu, Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan, Budi Cahyono, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan paguyuban driver ambulans sangat membantu sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam situasi darurat.
“Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan positif seperti ini. Para driver ambulans memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan,” kata Budi.
Ia menilai sinergi antara relawan, paguyuban ambulans, serta pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Apalagi, mobilitas ambulans sering menjadi faktor krusial dalam penanganan pasien gawat darurat maupun korban bencana.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi santai mengenai peningkatan profesionalitas driver ambulans serta penguatan jaringan koordinasi antar daerah. Para peserta berharap pertemuan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala.
Melalui kegiatan tersebut, para driver dan relawan ambulans menegaskan komitmen mereka untuk terus memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik bagi masyarakat. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.
Penulis : Debora
Editor : Zainul Arifin


















Komentar