LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 292 peserta mengikuti Lomba Desain Batik Lamongan 2026 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan. Ajang tersebut diarahkan tidak sekadar menghasilkan gambar atau motif, tetapi mendorong lahirnya desain yang dapat diterapkan pada kain, memiliki nilai jual, sekaligus memperkuat identitas batik Lamongan.
Rangkaian lomba diawali workshop dan technical meeting bagi peserta di Pendopo Lokatantra, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi pembekalan sebelum lomba utama yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026.
Ketua Dekranasda Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi mengatakan workshop dan technical meeting menjadi momentum untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai proses membuat desain batik yang berkarakter dan dapat diimplementasikan menjadi produk.
Menurut Anis, peserta perlu melihat desain batik tidak hanya sebagai aktivitas menggambar dan mewarnai. Lebih dari itu, desain harus dipikirkan hingga dapat diaplikasikan pada kain dan digunakan masyarakat.
“Penilaian bukan hanya dari bagusnya warna dan kesesuaian tema, tetapi juga bagaimana desain tersebut dapat diaplikasikan di kain. Kami ingin karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi bisa digunakan dan dirasakan masyarakat,” tutur Anis.
Desain terbaik nantinya akan menjadi bagian dari identitas batik Lamongan. Bahkan, karya tersebut berpotensi diaplikasikan sebagai seragam batik pelajar.
Arah tersebut membuat proses kreatif peserta tidak hanya bertumpu pada tampilan visual. Aspek penerapan desain pada kain dan nilai jual juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam lomba.
Workshop diisi oleh pemilik Batik Tulis Soedjono Lamongan, Umbar Basuki. Dalam pemaparannya, ia memberikan wawasan mengenai kreativitas, kebebasan berekspresi, desain kontemporer, serta eksklusivitas motif dalam pengembangan batik.
Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Lamongan sekaligus Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Anang Taufik melaporkan, lomba tahun ini diikuti 292 peserta.
Peserta tersebut terdiri atas 50 peserta kategori umum, 44 peserta SD kelas 1–3, 71 peserta SD kelas 4–6, serta 127 peserta SMP/MTs.
“Kami berharap workshop ini memberikan wawasan dan inovasi kepada peserta, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing, nilai pasar, dan mampu memperkuat identitas Lamongan,” ungkap Anang.
Untuk kategori umum, sebanyak 50 peserta akan mengikuti proses seleksi menjadi 15 peserta. Mereka yang lolos akan melanjutkan ke tahap II yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Dengan konsep tersebut, Lomba Desain Batik Lamongan 2026 tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi peserta untuk menuangkan kreativitas. Ajang ini juga diarahkan untuk mempertemukan kreativitas desain dengan kebutuhan produk batik yang dapat digunakan dan memiliki nilai ekonomi.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar