SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya (SLKS) kepada 467 ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (18/8/2026). Penghargaan tersebut diberikan kepada ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.
Penyematan SLKS dilakukan dalam dua sesi. Sebanyak 222 PNS mengikuti sesi pertama, sedangkan 245 PNS lainnya menerima tanda kehormatan pada sesi kedua. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian ASN kepada negara.
Khofifah mengatakan penyematan secara langsung menjadi bagian penting dari penghargaan terhadap dedikasi para penerima. Menurutnya, pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun perlu dimaknai sebagai kontribusi yang tercatat dan mendapatkan penghormatan dari negara.
“Ini tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia. Jadi, apa pentingnya kita menyematkan? Supaya panjenengan memahami apa yang sudah panjenengan kontribusikan, dedikasikan, juga abdikan untuk bangsa dan negara itu dicatat dan diberi tanda kehormatan oleh Presiden Republik Indonesia,” kata Khofifah.
Khofifah kemudian mendorong para ASN Pemprov Jatim agar memaknai pengabdian tidak sebatas lamanya masa kerja. Pengabdian, menurutnya, harus terus diwujudkan melalui inovasi dan karya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia meminta berbagai inovasi yang telah berkembang di lingkungan Pemprov Jatim dijaga keberlanjutannya, dikembangkan, serta diperluas manfaatnya. Langkah tersebut dinilai penting agar pengabdian ASN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan.
Salah satu contoh inovasi yang disoroti Khofifah adalah program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dikembangkan kepala sekolah dan guru SMA, SMK, serta SLB di Jawa Timur. Program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu diarahkan untuk membangun kemandirian dan jiwa kewirausahaan peserta didik sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan.
“Bapak dan Ibu guru sudah melakukan sesuatu yang insyaallah tidak hanya memberikan nilai tambah bagi ekonomi di sekolah masing-masing, tetapi bagaimana kemudian kita menjadi bagian dari penguat program ketahanan pangan yang oleh Presiden Prabowo terus digaungkan – diikuti panglima TNI seluruh Kepala staf angkatan dan Kapolri,” ungkapnya.
Hasil pengembangan program SIKAP telah diperkenalkan kepada masyarakat, salah satunya dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Senin (17/8/2026).
Berbagai hasil pertanian, buah-buahan, hingga produk pangan olahan dari program SIKAP ditampilkan dan dibagikan kepada tamu undangan serta masyarakat. Salah satu produk yang mendapat perhatian adalah keripik ikan patin dari SMKN 1 Tulungagung yang ditampilkan dengan identitas produk SIKAP.
Khofifah menjelaskan pengembangan program tersebut menunjukkan bahwa sekolah dapat mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan. Hal itu juga sejalan dengan tema HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia berdaulat, adil dan makmur”, yang di Jawa Timur secara khusus diarahkan pada penguatan ketahanan pangan.
“Tema HUT kemerdekaan RI ‘Indonesia berdaulat, adil dan makmur’. Dari Indonesia berdaulat, adil dan makmur secara khusus yang diusung Jawa Timur adalah ketahanan pangan. Maka, saat pagi hari sebelum pengibaran bendera yang kita tampilkan adalah ketahanan pangan baik di sektor peternakan, sektor perikanan dan sektor pertanian,” jelasnya.
Khofifah mengapresiasi sekolah-sekolah di Jawa Timur yang tetap mengembangkan SIKAP meski menghadapi keterbatasan lahan. Menurutnya, luas lahan bukan alasan untuk menghentikan inovasi karena program ketahanan pangan dapat dikembangkan sesuai kondisi masing-masing sekolah.
Ia juga memberikan perhatian pada upaya sekolah dalam mengelola sampah secara mandiri. Sejumlah sekolah mulai melakukan pemilahan dan pengolahan sampah, termasuk memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk untuk mendukung penghijauan dan program ketahanan pangan.
“Bapak ibu tidak sekadar menguatkan ketahanan pangan tetapi juga memperhatikan pengolahan sampah sesuai pesan Presiden Prabowo, ayo bersihkan sampah dan sekolah melakukannya,” tutur Khofifah.
Praktik pengelolaan sampah tersebut juga mulai diterapkan di sejumlah perangkat daerah dan unit kerja Pemprov Jatim. Khofifah menyebut RSUD Dr. Soetomo serta UPT di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebagai contoh unit yang telah mengembangkan praktik serupa.
Khofifah berharap langkah tersebut dapat diperluas ke seluruh sekolah, perangkat daerah, dan unit kerja Pemprov Jatim. Ia mendorong pemilahan dan pengolahan sampah dilakukan sedekat mungkin dari sumbernya sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.
“Saya berpesan di lingkungan kerja kita masing-masing pastikan bahwa sampah selesai di sekolah, maupun perkantoran pemerintah sehingga tidak harus dikirim lagi ke tempat pembuangan akhir,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, program SIKAP dan pengelolaan sampah menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Persoalan yang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi titik awal untuk menghadirkan solusi yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Pesan tersebut juga ditujukan kepada 467 penerima SLKS. Setelah menjalani pengabdian selama 10, 20 hingga 30 tahun, para ASN diharapkan terus memanfaatkan pengalaman mereka untuk menghadirkan perbaikan dalam pelayanan publik.
Khofifah berharap tanda kehormatan tersebut menjadi penyemangat bagi penerima untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat melayani. Masa pengabdian yang panjang, menurutnya, harus terus diisi dengan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
“Pengabdian harus terus kita isi dengan karya dan inovasi. Mari kita terus memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan bersama-sama memberikan kontribusi untuk mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur,” pungkasnya.
Pada akhir kegiatan, Khofifah juga mengajak seluruh penerima Satyalancana Karya Satya untuk mendoakan masyarakat yang sedang mengalami musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia berharap warga yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, mereka yang sakit segera diberikan kesembuhan, serta warga terdampak tetap diberi kekuatan dan semangat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar