47 Sekolah di Lamongan Direvitalisasi, Bupati Yuhronur dan Mendikdasmen Tekankan Kualitas Pendidikan Nasional

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi sekolah di SMPN 1 Lamongan, Jumat (6/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi sekolah di SMPN 1 Lamongan, Jumat (6/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama pemerintah pusat meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan jenjang TK, SD, hingga SMP Tahun Anggaran 2025 sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi emas Indonesia.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti di SMP Negeri 1 Lamongan, Jumat (6/3/2026). Program tersebut mencakup pembangunan serta rehabilitasi puluhan fasilitas pendidikan di wilayah Lamongan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes mengatakan, revitalisasi sarana pendidikan menjadi langkah penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, aman, dan berkualitas bagi siswa.

“Hari ini bersama Bapak Menteri kita meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Lamongan. Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kita semua untuk terus berbakti pada dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi emas,” ujar Pak Yes.

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut juga merupakan bagian dari upaya mendukung agenda besar pembangunan nasional yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Menurutnya, Pemkab Lamongan selama ini terus mengaktualisasikan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Berbagai program telah dijalankan, di antaranya pemberian Beasiswa Perintis yang hingga kini telah menjangkau hampir 8 ribu siswa di Lamongan. Program tersebut membantu siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan.

Selain itu, Pemkab Lamongan juga menjalankan Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) yang bertujuan mengembalikan anak putus sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan.

Upaya lainnya dilakukan melalui Gerakan Kesetaraan Belajar Desa (Gertak Desa) yang diselenggarakan di berbagai desa untuk memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat.

Melalui berbagai program tersebut, sejumlah indikator pendidikan di Lamongan menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2025, rata-rata lama sekolah masyarakat Lamongan tercatat mencapai 8,73 tahun dengan indeks pendidikan sebesar 0,681.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan juga mencapai angka 76,9 atau berada di atas rata-rata IPM Provinsi Jawa Timur.

Untuk program revitalisasi tahun 2025 sendiri, pemerintah pusat merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi pada 47 satuan pendidikan yang terdiri dari 4 TK/PAUD, 23 SD, dan 20 SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan nasional serta mendukung agenda Asta Cita Presiden RI dalam mencetak generasi unggul.

Menurutnya, keberadaan sarana dan prasarana yang layak menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

“Pembangunan fisik itu adalah raga yang penting, karena pembelajaran akan berjalan baik jika didukung faktor eksternal seperti gedung yang layak,” kata Abdul Mu’ti.

Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, pemerintah pusat juga terus memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui berbagai kebijakan peningkatan kompetensi akademik, sosial, dan profesional guru.

Program pendidikan karakter juga diperkuat melalui gerakan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membangun karakter siswa.

Abdul Mu’ti menambahkan, Kabupaten Lamongan juga berpeluang memperoleh tambahan program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2026.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Lamongan Safiudin menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi yang diberikan pemerintah pusat.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.

“Program ini sangat membantu sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:58

Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Selasa, 3 November 2026 - 19:11

Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Berita Terbaru