Bupati Lamongan Turun ke Sawah, Genjot Tanam Padi MT2 demi Target LTT 233 Ribu Hektare

Kamis, 5 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama petani saat Gerakan Tanam Padi MT2 di Desa Lopang, Kembangbahu, Kamis (5/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama petani saat Gerakan Tanam Padi MT2 di Desa Lopang, Kembangbahu, Kamis (5/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai mengakselerasi program Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026 dengan menggerakkan petani mempercepat tanam padi pada musim tanam kedua (MT2). Gerakan tanam ini dipimpin langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama para petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kamis (5/3/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan sekaligus menjaga posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengatakan, keberhasilan sektor pertanian Lamongan tidak terlepas dari semangat petani yang cepat melakukan tanam kembali setelah panen. Ia menilai pola tanam yang intensif menjadi faktor utama tingginya produktivitas padi di daerah tersebut.

“Petani Lamongan memiliki semangat tinggi. Panen belum selesai, sudah siap tanam lagi. Tidak menunggu lama, langsung bergerak. Itu yang membuat produksi kita terus meningkat,” kata Yuhronur Efendi di sela kegiatan gerakan tanam.

Data Pemkab Lamongan menunjukkan, pada tahun 2025 realisasi luas tambah tanam mencapai 193.786 hektare atau melampaui target pemerintah pusat yang ditetapkan sebesar 192.373 hektare. Capaian tersebut diperoleh dari total luas baku sawah sekitar 95 ribu hektare.

Dari sektor produksi, Lamongan juga mencatat hasil panen padi sebesar 1.335.099 ton sepanjang 2025. Angka ini menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Timur dan memperkuat posisi Lamongan sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Untuk tahun 2026, pemerintah pusat kembali menaikkan target LTT bagi Lamongan menjadi sekitar 233 ribu hektare. Meski lebih tinggi dari luas baku sawah yang dimiliki, pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat dicapai melalui percepatan tanam dan optimalisasi lahan.

“Pemerintah terus mendukung petani dengan penyediaan pupuk, modernisasi alat pertanian, serta penguatan sistem irigasi, termasuk pembangunan waduk desa dan pemanfaatan sumber air di wilayah kering,” ujar Pak Yes.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito melaporkan bahwa pada musim tanam pertama 2026, panen telah dilakukan di lahan seluas 36.818 hektare.

Ia menambahkan, pihaknya juga memperkuat pendampingan penyuluh untuk mengantisipasi potensi serangan hama maupun gangguan tanaman melalui sterilisasi bibit dan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan.

“Petani kami dorong mengutamakan bahan organik dari lingkungan sekitar. Jika itu masih bisa dimanfaatkan, gunakan terlebih dahulu sebelum memakai bahan kimia,” kata Mugito.

Kegiatan gerakan tanam padi tersebut juga dihadiri Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Yuris Tiyanto bersama jajaran penyuluh pertanian. Pemerintah berharap percepatan tanam MT2 dapat menjaga stabilitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru