Acara Pelepasan, Presiden Targetkan Ekspor Otomotif Nasional Capai 1 Juta Unit di 2024

- Redaksi

Kamis, 12 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Presiden Joko Widodo melepas ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga yang diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Acara pelepasan berlangsung di pabrik perakitan PT IAMI di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur pada Kamis, 12 Desember 2019.

“Kenapa saya mau datang ke PT Isuzu ini? Karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada pagi hari ini,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Presiden menegaskan, secara garis besar, fokus kerja pemerintah dan kebijakan industri dan perdagangan yang diambil sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor sekaligus meningkatkan ekspor.

Dua hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mengurangi baik itu defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.

“Kita berharap current account deficit kita semakin mengecil dan neraca perdagangan kita juga bisa surplus. Jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor,” ucapnya.

Pada ekspor perdana 120 unit Isuzu Tagra ke Filipina ini, pihak PT IAMI menargetkan untuk dapat mengekspor hingga 6.000 unit sampai akhir tahun 2020. Filipina menjadi negara pertama yang menjadi tujuan ekspor tersebut.

IAMI berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih dari 20 negara. Tidak hanya menyasar ekspor untuk pasar di wilayah Asia Tenggara saja, tapi juga merambah ke Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.

“Tadi disampaikan oleh Bapak Prijono (Presdir Astra), Pak, tahun ini hanya satu negara. Hanya satu negara, tapi dalam tiga tahun ke depan akan masuk ke 20 negara baik itu di Afrika, baik itu di Asia Timur, baik itu di Timur Tengah. Ini yang diharapkan oleh pemerintah,” kata Presiden.

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Presiden, sepanjang 2019 sektor otomotif Indonesia membukukan angka ekspor kurang lebih 300 ribu unit ke negara-negara lain. Di tahun 2024 mendatang, Kepala Negara memberikan target agar industri otomotif Indonesia mampu membukukan ekspor sebanyak 1 juta unit.

“Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, tahun 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia,” tuturnya.

Presiden meminta pihak-pihak terkait untuk optimistis dalam mengejar target tersebut. Kepala Negara meyakini bahwa dengan target yang terukur sebenarnya industri kita mampu mencapai target besar tersebut.

Selain itu, dalam jangka panjang, Presiden juga mengharapkan agar Indonesia dapat menjadi production hub yang mana unit-unit yang diproduksi akan diekspor ke semua negara.

“Saya melihat peluang-peluang itu sangat terbuka lebar,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi PT IAMI yang telah bermitra dan memberikan pelatihan-pelatihan dunia industri bagi SMK-SMK di sekitar kawasan industri tersebut.

“Saya sangat menghargai PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang juga telah bermitra, bekerja sama, dengan SMK-SMK di sekitar industri ini baik dalam memberikan training-training, memberikan contoh-contoh, memberikan cara-cara kerja yang baik, menularkan budaya kerja disiplin serta kerja keras kepada mereka,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi Ishii, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.(RF)

Lainnya:

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru