AKI dan AKB Masih Jadi Sorotan, Sidoarjo Gaspol Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 11 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Sidoarjo menghadiri penandatanganan komitmen penurunan AKI dan AKB di Hotel Aston, Jumat (10/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Sekda Sidoarjo menghadiri penandatanganan komitmen penurunan AKI dan AKB di Hotel Aston, Jumat (10/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Langkah itu diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan serta penerapan Respectful Maternity and Newborn Care (RMNC) di seluruh fasilitas kesehatan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan peningkatan kesadaran RMNC yang dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama penanggulangan AKI dan AKB di Hotel Aston Sidoarjo, Jumat (10/4/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi, menyampaikan bahwa persoalan kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan daerah. Karena itu, dibutuhkan keterlibatan semua pihak agar upaya penanganan berjalan efektif.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan, organisasi profesi, kepala puskesmas, dokter spesialis kandungan, dokter anak, hingga mitra pembangunan dari Yayasan Project HOPE. Kehadiran lintas unsur itu dinilai penting untuk menyatukan strategi percepatan penurunan kasus.

Selain memperkuat kolaborasi, Pemkab Sidoarjo juga menaruh perhatian pada sistem pelaporan berbasis digital melalui *Maternal Perinatal Death Notification* (MPDN). Sistem ini diharapkan mampu menghadirkan data akurat dan real-time sehingga intervensi pemerintah bisa dilakukan lebih cepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, mengungkapkan bahwa kondisi daerah masih membutuhkan perhatian meski tren nasional menunjukkan perbaikan. Menurutnya, angka kematian bayi di Sidoarjo masih relatif tinggi meski berada di bawah rata-rata nasional.

Ia juga menyoroti angka stunting yang sempat meningkat dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan kesehatan ibu dan anak harus ditangani secara menyeluruh, bukan parsial.

“Kolaborasi menjadi kunci. Tanpa keterlibatan semua pihak, angka kematian ibu dan bayi akan sulit ditekan,” tegas Fenny Apridawati.

“Melalui MPDN yang akurat dan real-time, langkah penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Sidoarjo menggulirkan sejumlah program strategis seperti 1 Puskesmas 1 Obgyn, penguatan pendampingan ibu hamil, optimalisasi buku KIA dalam layanan antenatal care dan keluarga berencana, serta program Sido Simpati.

Rumah sakit juga didorong menyiapkan rumah singgah bagi ibu hamil berisiko tinggi. Kebijakan ini diharapkan memperluas akses layanan kesehatan, menekan risiko keterlambatan penanganan, dan meningkatkan keselamatan ibu serta bayi.

Pemkab Sidoarjo menargetkan penurunan AKI dan AKB terus berlanjut melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. “Harapan kami, dengan sinergi yang kuat, angka kematian ibu dan bayi di Sidoarjo bisa terus ditekan hingga mendekati nol,” pungkas Fenny.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Berita Terbaru