Anak Tak Bisa Langsung SD, PAUD Kini Wajib di Pasuruan

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan Merita Rusdi Sutejo membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan PAUD satu tahun prasekolah di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Senin (29/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan Merita Rusdi Sutejo membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan PAUD satu tahun prasekolah di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Senin (29/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional Wajib Belajar 13 Tahun melalui penguatan pendidikan anak usia dini. Komitmen tersebut diwujudkan lewat Sosialisasi Wajib Belajar Pendidikan Dasar 13 Tahun dan satu tahun prasekolah PAUD yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Senin (29/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti itu dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo. Sosialisasi ini menyasar pendidik PAUD sebagai garda terdepan dalam memastikan anak mendapatkan layanan pendidikan bermutu sejak usia dini.

Merita menekankan bahwa kebijakan satu tahun PAUD sebelum masuk sekolah dasar bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi nasional untuk membangun fondasi pendidikan yang kuat. “Ini adalah program prioritas pemerintah melalui Kemendikdasmen. Anak usia 4–6 tahun wajib mengenyam pendidikan PAUD agar memperoleh layanan terbaik sejak awal,” ujar Merita.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pendidik menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Ia berharap sosialisasi mampu membekali guru PAUD dengan wawasan dan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan anak. “Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.

Merita juga mengajak pendidik untuk menjalankan peran dengan pendekatan empati dan keteladanan dalam membentuk karakter serta kecerdasan anak. Selain itu, peran orang tua—khususnya ibu—dinilai krusial dalam menciptakan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan. “Kolaborasi ini penting untuk mewujudkan PAUD yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, menjelaskan bahwa Wajib Belajar 13 Tahun telah menjadi program prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029. Program ini mencakup satu tahun prasekolah, sembilan tahun pendidikan dasar, dan tiga tahun pendidikan menengah.

“Setiap anak usia 5–6 tahun wajib mengikuti PAUD bermutu sebelum masuk SD. Tidak boleh ada anak langsung masuk SD tanpa melalui PAUD atau TK,” tegas Tri Krisni. Kebijakan tersebut, lanjutnya, memiliki dasar hukum Permendikbud Nomor 18 Tahun 2018 serta sejalan dengan amanat UUD 1945 dan UU Sistem Pendidikan Nasional.

Melalui sosialisasi ini, Pemkab Pasuruan berharap implementasi Wajib Belajar 13 Tahun dapat berjalan konsisten dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Lainnya:

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Alarm Bahaya Gadget, Wabup Mimik Siapkan Wahana Belajar Tanpa Gawai di Sidoarjo
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Bupati Bangkalan Sikat Titipan Siswa, PPDB 2026 Wajib Transparan
Sidak Edukasi Anak Sidoarjo: Wabup Dorong Kampung Anti Gadget, Ini Dampaknya
Ribuan Jamaah Padati Al Akbar, Milad ke-39 Al Muslim Jatim Soroti Krisis Generasi Muda
Bupati Asahan Gandeng Aisyiyah, Siapkan Langkah Nyata Perkuat Pendidikan dan Ketahanan Sosial Warga
Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:46 WIB

Alarm Bahaya Gadget, Wabup Mimik Siapkan Wahana Belajar Tanpa Gawai di Sidoarjo

Senin, 4 Mei 2026 - 21:26 WIB

Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Senin, 4 Mei 2026 - 18:53 WIB

Sidak Edukasi Anak Sidoarjo: Wabup Dorong Kampung Anti Gadget, Ini Dampaknya

Senin, 4 Mei 2026 - 09:01 WIB

Ribuan Jamaah Padati Al Akbar, Milad ke-39 Al Muslim Jatim Soroti Krisis Generasi Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 08:22 WIB

Bupati Asahan Gandeng Aisyiyah, Siapkan Langkah Nyata Perkuat Pendidikan dan Ketahanan Sosial Warga

Berita Terbaru