SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi model kaderisasi pendidikan yang diterapkan STIKOSA AWS atau Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya. Pola regenerasi yang melibatkan alumni sebagai pengajar muda hingga dosen dinilai menjadi kekuatan strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pendidikan dan jurnalistik di Jawa Timur.
Apresiasi itu disampaikan saat kegiatan Puasa Digital yang mempertemukan akademisi, mahasiswa STIKOSA AWS, serta siswa SMK Pra Pancasila 1 dan 2 di Surabaya. Dalam forum tersebut, Lia menilai sistem kaderisasi yang berjalan di bawah naungan Yayasan STIKOSA AWS mampu membangun budaya akademik sekaligus melatih kepemimpinan sejak dini.
“Senang sekali bisa bertemu mahasiswa STIKOSA AWS dan adik-adik dari SMK Pra Pancasila. Kita menjadi saksi bagaimana keberlangsungan generasi di sini dijaga dengan sangat baik,” ujar Lia.
Menurutnya, yayasan secara konsisten memilih siswa dan mahasiswa berprestasi untuk kemudian diberi ruang pengabdian sebagai guru maupun dosen muda bagi juniornya. Pola ini tidak hanya memperkuat kualitas akademik, tetapi juga menanamkan tanggung jawab sosial dan kepemimpinan.
“Mahasiswa yang berprestasi ditunjuk menjadi dosen muda. Mereka dilatih menjadi tenaga pendidik sekaligus leader. Ini proses kaderisasi yang disiplin dan berkelanjutan,” katanya.
Lia menilai model tersebut relevan dengan kebutuhan penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan dan media. Di tengah tantangan era digital serta tuntutan profesionalisme jurnalisme, keberadaan institusi yang konsisten mencetak pendidik dan jurnalis dinilai penting bagi kepentingan publik.
Ia berharap pola kaderisasi berbasis kolaborasi dan pengabdian ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di Jawa Timur. “Model keberlangsungan ini adalah kekuatan. Bukan hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga menyiapkan generasi pendidik dan pemimpin masa depan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar