JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menekankan pentingnya keterampilan yang tepat bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurutnya, penguasaan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan menjadi kunci utama kesuksesan PMI di luar negeri sekaligus dapat mencegah berbagai kerugian.
“Kalau skill kita tepat dan sesuai permintaan mereka, kita justru akan ‘dimanjakan’ oleh atasan di sana. Tapi kalau tidak sesuai ekspektasi, kita sendiri yang rugi,” ujar Ning Lia.
Senator yang dikenal dengan sebutan “Senator Cantik” ini menjelaskan, kerugian tersebut tidak hanya berupa tenaga yang terbuang, tetapi juga meliputi biaya, waktu, serta pengorbanan meninggalkan keluarga di tanah air.
Ia mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri bukanlah proses yang mudah. Prosesnya panjang dan melelahkan, mulai dari pengurusan dokumen, biaya perjalanan lintas negara, hingga tantangan saat transit. Semua itu akan sia-sia apabila calon pekerja tidak membekali diri dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan.
“Jangan sampai niat baik mencari nafkah malah berujung sengsara karena tidak siap secara keterampilan. Kita harus tahu apa yang dibutuhkan di sana,” tambahnya.
Ning Lia juga membagikan pengalamannya bertemu PMI yang sukses, seperti seorang koki roti di Arab Saudi dan pekerja kapal pesiar di Eropa. Keberhasilan mereka, kata dia, berawal dari penguasaan keahlian sesuai standar negara tujuan.
“Koki roti di Arab Saudi, misalnya, harus menguasai resep dan teknik memanggang khas mereka. Sementara di pelayaran Eropa, pekerja harus disiplin, bisa berbahasa asing, dan memahami protokol keselamatan,” jelasnya.
Selain keterampilan teknis, Ning Lia juga menyoroti pentingnya sikap profesional, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan memahami budaya setempat. PMI yang adaptif dan berkompeten akan lebih mudah diterima, dihargai, bahkan berpeluang mendapat fasilitas yang lebih baik.
Ia juga menegaskan pentingnya kecakapan hidup (life skill), yakni kemampuan menghadapi tantangan dan beradaptasi secara positif. Dalam hal ini, keterampilan preventif atau *preventive skill* menjadi bagian penting untuk mencegah masalah selama bekerja di luar negeri.
“Intinya, siapkan diri. Jangan hanya mengincar gaji besar, tapi siapkan juga keterampilan, mental, dan budaya kerja yang sesuai. Agar perjalanan jauh itu tidak sia-sia,” pesannya.
Sebagai anggota DPD RI, Ning Lia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan peningkatan kualitas tenaga kerja migran. Ia mendorong pemerintah untuk menyediakan pelatihan berbasis kebutuhan pasar internasional dan edukasi yang memadai bagi calon pekerja.
“Mereka adalah pahlawan devisa. Negara harus hadir mempersiapkan mereka dengan pelatihan sesuai kebutuhan negara tujuan. PMI yang berkualitas adalah aset bangsa,” tegas Ning Lia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar