Anggota DPD RI Lia Istifhama: Kebaya Adalah Simbol Kecantikan Perempuan Indonesia

Jumat, 27 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, | DoK Foto Pribadi/ RadarBangsa

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, | DoK Foto Pribadi/ RadarBangsa

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Momentum Hari Kebaya Nusantara menjadi refleksi penting akan identitas dan karakter perempuan Indonesia. Kebaya bukan hanya sekadar pakaian adat, melainkan simbol nilai luhur, kelembutan, dan kekuatan perempuan. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, yang menegaskan bahwa kebaya merepresentasikan kecantikan sejati perempuan Indonesia.

“Kebaya bukan hanya warisan, tetapi juga narasi tentang perempuan Indonesia yang lembut namun kuat, anggun namun cerdas, sederhana namun berdaya,” ujar Ning Lia, sapaan akrab senator yang juga dikenal sebagai tokoh perempuan Nahdliyin.

Menurutnya, kecantikan perempuan tidak hanya diukur dari penampilan fisik, melainkan dari keberanian menjaga nilai dan budaya yang diwariskan. Kebaya, dalam pandangannya, adalah simbol penghormatan terhadap diri sendiri, martabat, dan jati diri bangsa.

“Kebaya itu simbol kehormatan. Ia menutup, tapi tidak menyembunyikan keanggunan. Ia tradisional, tapi tidak kalah modern. Dan di balik itu, ia membawa pesan keanggunan dalam akhlak dan kearifan lokal,” jelas Ning Lia.

Perempuan yang juga dijuluki “Senator Idola” ini menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa kecantikan sejati tidak tunduk pada standar global yang kerap menyesatkan. Ia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk tidak terjebak dalam narasi sempit tentang kecantikan yang hanya mengutamakan warna kulit atau bentuk tubuh.

“Kita tidak harus putih untuk disebut cantik, tidak harus kurus untuk disebut menarik. Cukup menjadi perempuan Indonesia yang percaya diri dengan kebudayaannya, itu sudah luar biasa,” tegas alumnus UINSA dan UNAIR tersebut.

Ning Lia juga mengapresiasi upaya berbagai elemen masyarakat, aktivis budaya, dan pemerintah dalam memperjuangkan pengakuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda dunia (UNESCO). Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk konkret kebanggaan terhadap identitas bangsa di panggung global.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya kita, siapa lagi? Mengenakan kebaya di era digital ini bukan hanya mengenang masa lalu, tapi juga menghidupkan warisan leluhur untuk masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, Hari Kebaya Nusantara harus menjadi momentum untuk mempertegas peran strategis perempuan dalam menjaga sekaligus menggerakkan budaya bangsa. Kebaya, menurutnya, bukan hanya busana seremonial, tapi simbol semangat perempuan Indonesia yang tangguh dan berbudaya.

“Kebaya menunjukkan bahwa perempuan bisa menjaga budaya tanpa kehilangan nilai dirinya. Maka mari jadikan kebaya bukan hanya sebagai busana acara formal, tetapi sebagai cermin dari jati diri perempuan Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru