SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai keberhasilan pembangunan Jawa Timur tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan capaian administratif. Menurutnya, pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, dan pemberdayaan desa.
Pandangan tersebut disampaikan Lia setelah menghadiri rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menekankan bahwa pembangunan perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat dari berbagai lapisan. Karena itu, pengembangan ekonomi perkotaan, pembangunan sosial dan keagamaan, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ekonomi desa harus berjalan beriringan.
“Pembangunan harus mampu menyatukan berbagai potensi daerah. Yang terpenting, kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan masyarakat dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan secara langsung,” demikian penekanan Ning Lia mengenai arah pembangunan Jawa Timur.
Salah satu sektor yang menjadi perhatiannya ialah ketahanan pangan. Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung kemandirian pangan nasional sehingga pengembangan pertanian perlu diikuti kebijakan yang membantu petani meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha.
Menurut Lia, dukungan sarana produksi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta peningkatan kapasitas petani perlu berjalan beriringan. Bantuan peralatan, misalnya, dapat membantu efisiensi kerja apabila digunakan secara tepat.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program pertanian tidak cukup dinilai dari jumlah bantuan yang disalurkan. Pendampingan dan kesinambungan program juga perlu diperhatikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani dalam jangka panjang.
Selain pertanian, Lia menyoroti pentingnya pengentasan kemiskinan dan penguatan kemandirian desa. Pengembangan potensi lokal dan penciptaan lapangan kerja dinilai perlu menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi sinergi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dalam mendorong pembangunan daerah. Meski demikian, ia menekankan bahwa kebijakan tetap harus berorientasi pada persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
Lia turut mendorong keterlibatan generasi muda dalam melanjutkan pembangunan daerah. Menurutnya, gagasan baru dan kerja nyata diperlukan untuk mengembangkan fondasi pembangunan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.
“Semangat Hari Jadi ke-81 ini harus menjadi pijakan untuk terus bergerak maju. Apa yang sudah dibangun para pendahulu perlu kita lanjutkan dengan ide-ide baru dan kerja nyata, terutama dari generasi muda,” ujar Ning Lia.
Ia berharap momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda dalam mendorong pembangunan yang lebih merata.
Bagi Lia, kemajuan daerah perlu berjalan seiring dengan keadilan sosial. Pembangunan yang berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal, dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jawa Timur.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar