Anggota DPD RI Lia Istifhama Raih DetikJatim Award 2025, Dorong Inovasi Perlindungan Sosial

Kamis, 6 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menerima penghargaan Figur Akselerator Kemajuan dalam DetikJatim Awards 2025 (Foto  Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menerima penghargaan Figur Akselerator Kemajuan dalam DetikJatim Awards 2025 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Di tengah kompleksitas persoalan sosial di Jawa Timur, kiprah Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mendapat sorotan publik. Ia diganjar penghargaan bergengsi Figur Akselerator Kemajuan dalam ajang DetikJatim Awards 2025 atas dedikasinya mendorong kesejahteraan masyarakat dan inovasi layanan publik yang inklusif.

Penghargaan yang diterima Lia Istifhama bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan cerminan dari konsistensinya mengawal isu-isu sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Sebagai wakil daerah di DPD RI, Lia dikenal aktif memperjuangkan kebijakan perlindungan sosial, terutama bagi kelompok rentan yang kerap terpinggirkan dari akses bantuan pemerintah.

Dalam kiprahnya, Lia mendorong agar Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Daerah dapat sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Langkah ini dinilai strategis karena mampu meringankan beban fiskal pemerintah daerah, sekaligus memastikan target Universal Health Coverage (UHC) 100 persen benar-benar tercapai di Jawa Timur. Gagasannya mendapat dukungan luas dari kalangan birokrasi dan pemerhati kebijakan publik karena menyentuh esensi keadilan sosial dalam konteks pelayanan kesehatan nasional.

Tak berhenti di bidang kesehatan, Lia juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bagi generasi muda. Ia mendorong perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tak hanya menyentuh sekolah formal, tetapi juga santri di pondok pesantren yang selama ini belum menjadi prioritas. “Anak-anak pesantren adalah bagian dari masa depan bangsa. Mereka perlu mendapat perhatian yang sama dalam hal pemenuhan gizi,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Konsistensi Lia dalam memperjuangkan pendidikan inklusif juga menjadi alasan kuat di balik penghargaan yang diterimanya. Ia mengusulkan agar Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di perguruan tinggi negeri menambah kuota khusus bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, akses terhadap pendidikan tinggi merupakan hak setiap warga negara, tanpa terkecuali. “Kita harus memastikan pendidikan benar-benar inklusif, bukan sekadar jargon,” tegasnya.

Selain di ranah kebijakan sosial, Lia juga dikenal aktif membangun sinergi dengan lembaga pengawasan publik. Bersama Ombudsman Jawa Timur, ia menggagas pembentukan Posko Pengaduan Bersama DPD-Ombudsman. Posko ini menjadi kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan layanan publik — mulai dari sengketa tanah, keluhan layanan pendidikan, hingga administrasi kependudukan. Inisiatif tersebut memperkuat sistem pengawasan partisipatif yang menempatkan warga sebagai subjek utama dalam evaluasi kinerja pelayanan publik.

“Setiap aspirasi masyarakat harus menemukan jalannya. Posko ini hadir agar keluhan tidak berhenti di ruang-ruang birokrasi, tetapi segera ditindaklanjuti,” kata Lia dalam sambutannya usai menerima penghargaan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada DetikJatim atas apresiasi yang diberikan, seraya berharap penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi insan publik untuk terus bekerja dengan hati.

Melalui berbagai terobosannya, Lia Istifhama menegaskan bahwa politik bukan semata soal kekuasaan, melainkan tentang keberpihakan dan kerja nyata untuk masyarakat. Penghargaan dari DetikJatim Awards 2025 menjadi pengakuan atas perjalanan panjangnya memperjuangkan keadilan sosial dan memperkuat layanan publik yang berkeadaban.

“Setiap langkah kecil yang membawa manfaat bagi rakyat adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru