BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, menghadiri tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada ulama kharismatik Madura, Syaichona Mohammad Cholil. Acara digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (15/11), bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Momen ini menjadi salah satu penanda sejarah penting bagi masyarakat Bangkalan setelah tokoh besar mereka resmi diakui negara sebagai Pahlawan Nasional.
Kegiatan berlangsung khidmat, dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Timur, para ulama, akademisi, dan ahli waris Syaichona Cholil. Suasana penghormatan tampak mendominasi ruangan, seiring besarnya pengaruh sang ulama terhadap perkembangan Islam Nusantara dan tradisi intelektual pesantren.
Dalam sambutannya, Fauzan menegaskan bahwa penganugerahan gelar ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Madura. “Ini adalah kebanggaan yang luar biasa, karena untuk pertama kalinya ulama besar asal Bangkalan mendapat gelar Pahlawan Nasional. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.
Fauzan menambahkan bahwa pengakuan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi Syaichona Cholil dalam membangun fondasi pendidikan Islam yang moderat. “Warisan beliau bukan hanya manuskrip dan ajaran, tetapi cara pandang tentang keilmuan yang menumbuhkan kecintaan pada bangsa. Keteladanan itu yang menurut saya sangat relevan bagi generasi muda hari ini,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Fauzan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Jawa Timur serta Gubernur Khofifah yang dinilainya berperan besar dalam mendorong proses pengusulan gelar tersebut. “Perhatian dan komitmen Ibu Gubernur menunjukkan bahwa Jawa Timur memberi tempat layak bagi para ulama yang berjasa. Kami sangat berterima kasih,” katanya.
Salah satu ahli waris, KH Imron Amin, yang hadir dalam tasyakuran tersebut turut menyampaikan rasa syukur keluarga besar. “Pengakuan ini bukan hanya untuk keluarga, tetapi untuk seluruh warga Madura yang selama ini menjaga tradisi dan ajaran beliau. Semoga ini semakin menguatkan komitmen kita untuk meneruskan perjuangan beliau,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir mendampingi kegiatan, juga memberikan pandangan mengenai pentingnya ketokohan Syaichona Cholil dalam perjalanan intelektual Islam di Indonesia. “Beliau adalah guru para ulama besar yang kemudian ikut membentuk sejarah bangsa. Pengaruhnya jauh melampaui Madura,” kata Khofifah.
Acara turut dihadiri para ahli waris lainnya seperti KH Nasih Aschal, KH Makki Nasir, dan KH Dimyati Muhammad. Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak serta Rektor Universitas Trunojoyo Madura Prof. Dr. Safi’, yang menilai penganugerahan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat kajian sejarah lokal dan tradisi pesantren.
Menutup rangkaian acara, Fauzan mengajak masyarakat menjaga nilai perjuangan Syaichona Cholil dalam kehidupan sehari-hari. “Beliau mengajarkan bahwa kemajuan bangsa dimulai dari pendidikan, ketekunan, dan akhlak. Itu yang harus kita teruskan. Anugerah ini bukan akhir, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Lainnya:
- Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
- Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
- Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








