MEDAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumatera Utara 2027. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata Asahan dalam membantu penanganan bencana di daerah lain.
Pengakuan tersebut menegaskan pentingnya solidaritas antardaerah dalam menghadapi krisis, sekaligus menjadi indikator keberpihakan kebijakan daerah terhadap kepentingan kemanusiaan dan pelayanan publik.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menerima langsung piagam penghargaan atas dukungan keuangan yang diberikan kepada Kabupaten Bireuen, Aceh, untuk pemulihan pascabencana 2026.
“Ini bentuk komitmen kami dalam menjunjung nilai kemanusiaan dan gotong royong antardaerah,” ujar Taufik.
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan dukungan.
Musrenbang RKPD Sumut 2027 sendiri menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Fokus utama meliputi percepatan pertumbuhan ekonomi, penguatan investasi, serta pemulihan pascabencana.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya pembangunan yang merata dan berbasis potensi daerah. Menurutnya, sinergi antarkabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan program pembangunan.
“Kolaborasi menjadi fondasi agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan berdampak luas,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan agar setiap program yang diusulkan dalam Musrenbang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya prioritas pada sektor dasar seperti infrastruktur dan layanan publik.
“Perencanaan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat agar anggaran tepat sasaran dan memberi manfaat langsung,” tegasnya.
Penghargaan yang diterima Asahan juga mencerminkan arah baru tata kelola pemerintahan yang tidak hanya berfokus pada wilayah sendiri, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas regional.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan pelayanan publik semakin adaptif dalam menghadapi situasi darurat, termasuk bencana yang berdampak lintas wilayah.
“Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Bupati Asahan.
Lainnya:
- Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
- Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
- Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Penulis : Dicky
Editor : Zainul Arifin








