SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Pengamat politik dari Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Sirajt, menilai Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memiliki kiprah positif dalam membawa persoalan masyarakat ke jalur pemerintahan.
Menurut Baihaki, aktivitas Lia tidak hanya terlihat dari pernyataan politik, tetapi juga dari keterlibatannya dalam menyerap persoalan masyarakat secara langsung.
“Kepedulian Lia Istifhama terhadap perjuangan nasib masyarakat, UMKM, perempuan, itu nyata lewat perjuangan jalur pemerintahan, termasuk juga tidak segan-segan turun langsung ke masyarakat untuk mendengar langsung keluh kesah masyarakat serta mencoba memberikan solusi,” jelas Baihaki, Selasa (15/9/2026).
Baihaki mengatakan, bagi seorang wakil daerah, penyerapan aspirasi menjadi bagian penting dari kerja politik. Persoalan yang ditemukan di lapangan, menurut dia, selanjutnya perlu dibawa ke ruang pemerintahan agar dapat menjadi perhatian dalam kebijakan.
“Jadi bukan hanya bicara tentang masyarakat, tetapi bagaimana persoalan yang ditemukan di lapangan kemudian diperjuangkan melalui jalur pemerintahan,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah isu yang dikaitkan dengan aktivitas Lia, antara lain UMKM, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan ibu dan anak, pendidikan inklusif, lingkungan, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Di sektor UMKM, Lia disebut mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal. Perhatian tersebut juga mencakup pelaku UMKM dari kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Sementara di bidang pemberdayaan masyarakat, rekam jejak organisasi Lia antara lain berada di Fatayat Jawa Timur dan DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur.
Isu perempuan juga menjadi salah satu bidang yang disoroti. Baihaki menilai pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sosial, tetapi juga menyangkut akses terhadap pendidikan, kesehatan, peluang ekonomi, kepemimpinan, dan ruang pengambilan keputusan.
Aktivitas Lia dalam berbagai kesempatan disebut turut mengangkat isu perempuan, pemuda, UMKM, pesantren, dan pemberdayaan masyarakat.
Atas kiprahnya, Lia mendapat penghargaan The Inspirational Women Leadership and Community Empowerment pada Radar Jember Award 2026.
Di bidang pendidikan, Lia disebut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesetaraan akses pendidikan, termasuk bagi anak penyandang disabilitas. Ia juga menyoroti lingkungan sekolah yang aman dan inklusif serta persoalan kekerasan terhadap pelajar.
Baihaki mengaitkan sejumlah isu tersebut dengan respons masyarakat terhadap Lia.
“Makanya wajar bila Lia Istifhama mendapat respons positif atas kiprahnya. Itu juga dibuktikan dalam beberapa survei yang dilakukan ARCI,” ujar Baihaki.
Menurut dia, penilaian terhadap seorang figur politik tidak hanya berkaitan dengan popularitas atau jabatan. Rekam jejak dan konsistensi dalam menjalankan fungsi sebagai wakil masyarakat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Dalam konteks tersebut, Baihaki melihat Lia berupaya membawa sejumlah persoalan di tingkat masyarakat ke ruang kebijakan melalui posisinya sebagai anggota DPD RI.
Isu yang disebut meliputi UMKM, perempuan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta kelompok rentan. Namun, penilaian mengenai dampak dari upaya tersebut tetap berkaitan dengan sejauh mana aspirasi yang diserap dapat diterjemahkan menjadi kebijakan atau penyelesaian persoalan.
“Konsistensi pada ruang itulah yang menjadi salah satu alasan kiprah Lia mendapat respons positif dari masyarakat Jawa Timur,” pungkas Baihaki.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar