Bangkalan Bentuk Asosiasi Pembudidaya Lele, DP2KP Target Produksi Tembus 10 Ton per Hari

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat pembentukan Asosiasi Pembudidaya Lele Bangkalan di Aula Kantor Perikanan, Senin (2/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Rapat pembentukan Asosiasi Pembudidaya Lele Bangkalan di Aula Kantor Perikanan, Senin (2/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai melakukan pembenahan serius sektor budidaya perikanan melalui pembentukan Asosiasi Pembudidaya Lele sebagai langkah strategis memperkuat produksi lokal sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Langkah tersebut digagas Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan dalam rapat pembentukan asosiasi yang dipimpin Pelaksana Tugas Kepala DP2KP, Chk Karyadinata, di Aula Kantor Perikanan Bangkalan, Senin (2/3/2026).

Rapat dihadiri jajaran bidang perikanan, penyuluh perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta sejumlah pembudidaya lele lokal. Forum ini menjadi titik awal penataan kelembagaan sektor perikanan yang selama ini dinilai berjalan tanpa koordinasi terpadu.

Chk Karyadinata mengungkapkan, kebutuhan konsumsi lele di Bangkalan masih didominasi pasokan dari luar daerah, meski potensi budidaya lokal dinilai cukup besar. Kondisi tersebut terjadi karena para pembudidaya bergerak secara individu tanpa wadah resmi yang mampu memperkuat produksi maupun pemasaran.

“Selama ini pembudidaya berjalan sendiri-sendiri sehingga manajemen usaha, pemasaran, hingga posisi tawar masih lemah. Asosiasi ini menjadi alat konsolidasi agar potensi ekonomi masyarakat benar-benar bergerak,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Muafi ditetapkan sebagai Ketua Asosiasi Pembudidaya Lele Bangkalan bersama struktur pengurus lengkap yang mencakup sekretaris, bendahara, serta bidang kemitraan dan pemasaran. DP2KP meminta pengurus segera menyusun AD/ART sebagai dasar operasional organisasi.

Pemkab Bangkalan menargetkan asosiasi mampu mendorong peningkatan produksi hingga mencapai 10 ton lele per hari. Selain memperkuat rantai budidaya, asosiasi juga diharapkan mengintegrasikan pembibitan, pengolahan hasil, akses permodalan, hingga penerapan teknologi perikanan modern.

Chk Karyadinata menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi aktif pembudidaya agar asosiasi tidak berhenti sebagai formalitas administratif.

“Ini harus menjadi motor ekonomi baru masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru