BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi membuka Fakultas Kedokteran bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-25, Jumat (12/6/2026). Peresmian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perguruan tinggi negeri terbesar di Pulau Madura sekaligus membuka akses pendidikan dokter yang lebih dekat bagi masyarakat Madura.
Peluncuran Fakultas Kedokteran berlangsung di Gedung Pertemuan RP H. Moh. Noer dan dihadiri Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far yang mewakili Bupati Bangkalan, jajaran pimpinan UTM, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam sambutan Bupati Bangkalan yang dibacakan Fauzan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyampaikan apresiasi atas pencapaian UTM yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Madura.
Menurutnya, kehadiran Fakultas Kedokteran menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama generasi muda yang selama ini harus merantau ke luar daerah untuk menempuh pendidikan dokter.
“Ini merupakan capaian penting yang patut diapresiasi. Fakultas Kedokteran tidak hanya menjadi kebanggaan UTM, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat Madura dalam memperoleh akses pendidikan kedokteran yang lebih dekat dan terjangkau,” ujar Fauzan.
Ia menambahkan, keberadaan fakultas tersebut diharapkan mampu membantu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di Pulau Madura yang hingga kini masih membutuhkan tambahan dokter dan tenaga medis berkualitas.
Sementara itu, Rektor UTM Prof. Safi’ mengungkapkan bahwa pembentukan Fakultas Kedokteran merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak 2023. Setelah berhasil meraih akreditasi institusi “Unggul” pada 2024, UTM menjalani berbagai tahapan evaluasi hingga akhirnya memperoleh izin resmi pembukaan Fakultas Kedokteran pada 2 Juni 2026.
Menurut Safi’, pembukaan fakultas baru tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi di Madura.
“Fakultas Kedokteran ini kami hadirkan sebagai kontribusi nyata UTM untuk mencetak dokter-dokter yang siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Madura,” katanya.
Pada tahun akademik perdana, UTM membuka Program Studi S1 Kedokteran dan Program Profesi Dokter dengan kuota maksimal 50 mahasiswa. Langkah ini diharapkan menjadi awal lahirnya tenaga medis yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebutuhan layanan kesehatan masyarakat kepulauan.
Momentum Dies Natalis ke-25 juga dimanfaatkan UTM untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan empat pemerintah kabupaten di Pulau Madura. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peresmian Fakultas Kedokteran ini menegaskan peran UTM sebagai motor pengembangan pendidikan tinggi di Madura. Pemerintah daerah berharap keberadaan fakultas tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat ketersediaan dokter di wilayah Madura, sekaligus mendorong lahirnya generasi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi bagi masyarakat.
“Kami berharap Fakultas Kedokteran UTM terus berkembang menjadi pusat pendidikan kesehatan yang unggul serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Madura,” pungkas Fauzan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar