Bantuan Alsintan Digenjot, Jombang Kian Kokoh Jadi Lumbung Pangan

Senin, 5 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jombang Warsubi didampingi Wakil Bupati Gus Salmanudin menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Dinas Pertanian Jombang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jombang Warsubi didampingi Wakil Bupati Gus Salmanudin menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Dinas Pertanian Jombang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyangga pangan strategis di Jawa Timur. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (alsintan) kepada kelompok tani, Senin (5/1/2026), di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si didampingi Wakil Bupati Gus Salmanudin menyerahkan langsung bantuan alsintan yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI. Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat transformasi mekanisasi pertanian sekaligus menjawab tantangan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Alsintan yang disalurkan meliputi traktor roda empat jenis Ishoku Istr 504 untuk Gapoktan Mojokrapak, Poktan Dunglempuk, serta Gapoktan Tampingmojo di Kecamatan Tembelang. Sementara itu, traktor roda dua Quick G1000 diserahkan kepada Gapoktan Manunggal di Kecamatan Ngusikan.

Warsubi menegaskan bahwa mekanisasi pertanian bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak agar pertanian tetap kompetitif dan berkelanjutan. Menurutnya, alsintan mampu memangkas waktu olah lahan, mempercepat masa tanam, dan mendorong panen serempak.

“Dengan alsintan, proses pertanian menjadi lebih efisien. Waktu tanam bisa dipercepat, produktivitas meningkat, dan biaya usaha tani dapat ditekan. Ini penting untuk menjaga daya saing petani,” ujar Warsubi.

Ia juga mengingatkan agar bantuan hibah tersebut dikelola secara kolektif melalui kelompok tani atau Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Pengelolaan bersama dinilai lebih efektif dan mencegah potensi penyalahgunaan.

“Saya berharap bantuan alsintan ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, dan digunakan bersama-sama oleh petani. Jangan sampai disalahgunakan, karena tujuan akhirnya adalah meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani Jombang,” kata Warsubi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Muchammad Rony, M.M, melaporkan bahwa sepanjang 2025 pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan dari beragam sumber anggaran, baik APBN maupun APBD provinsi dan kabupaten. Bantuan tersebut antara lain 51 unit pompa air, 194 hand sprayer, 34 traktor roda dua, 40 traktor roda empat, 14 drone sprayer, 9 rice transplanter, serta 12 rotavator.

Selain bantuan fisik, Pemkab Jombang juga mencatat keberhasilan menjalankan program strategis nasional menuju swasembada pangan. Program Luas Tambah Tanam (LTT) padi mencapai 86.701 hektar, melampaui target 81.251 hektar. Program Optimasi Lahan (OPLAH) terealisasi di 3.311 hektar, sementara Program Brigade Pangan berhasil membentuk 17 unit, sesuai target nasional. Program bongkar ratoon tebu pun berjalan di lahan seluas 3.315 hektar.

Dari sisi produksi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan capaian signifikan. Produksi beras Jombang pada 2025 mencapai 257.942 ton, naik tajam dibandingkan 2024 sebesar 197.646 ton. Dengan konsumsi beras 149.237 ton, Jombang diperkirakan surplus 108.705 ton beras, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan surplus tahun sebelumnya.

“Capaian ini mengantarkan Jombang naik ke peringkat delapan penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Untuk komoditas tebu, produktivitas kita juga tetap berada di lima besar se-Jawa Timur,” ujar Rony.

Pemkab Jombang juga memperluas penguatan ekonomi desa melalui program “1 Dusun 1 Wirausaha Baru”, mencakup budidaya nilam, penangkaran benih, serta budidaya tanaman sehat guna memperbaiki kesuburan lahan. Pola kemitraan “Bapak Asuh” dengan sektor swasta, seperti CV AFCO, turut dikembangkan untuk menjamin penyerapan gabah dan mendorong pertanian organik.

Langkah-langkah tersebut menegaskan arah kebijakan Jombang yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga keberlanjutan pertanian dan penguatan kesejahteraan petani.

Penulis : Masruroh

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Berita Terbaru