Berkedok debt collector, tiga pelaku penipuan dan penggelapan motor di slawi dibekuk polda jateng

Kamis, 15 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap praktik premanisme berkedok debt collector (DC) yang meresahkan warga. Tiga orang pelaku ditangkap oleh Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Operasi Aman Candi 2025 setelah adanya laporan dari masyarakat terkait aksi penarikan paksa sepeda motor di kawasan Jalan Ahmad Yani, depan Dealer Suzuki, Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, pada Rabu (16/4/2025).

Kasatgas Gakkum Ops Aman Candi 2025, AKBP Suryadi, menyampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Kamis (15/5/2025), bahwa ketiga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial GN (50), PS (44), dan MP (45). Ketiganya kini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan kendaraan bermotor sesuai Pasal 378 dan/atau 372 KUHP.

“Modus yang mereka gunakan adalah berpura-pura sebagai petugas dari perusahaan pembiayaan. Mereka menghentikan korban di jalan dan membawa motor korban dengan alasan tunggakan angsuran,” jelasnya. Namun, setelah dilakukan pengecekan, tidak ada instruksi penarikan unit dari pihak leasing terkait.

Kejadian bermula saat korban, Nur Laelah (49), warga Getaskerep, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, dihentikan oleh lima orang tidak dikenal. Salah satu pelaku mengaku sebagai penagih dari perusahaan pembiayaan dan memaksa korban menyerahkan motornya. Karena merasa terintimidasi, korban mengikuti permintaan tersebut. Belakangan diketahui, motor korban tidak diserahkan ke leasing, melainkan digelapkan dan digadaikan ke pihak lain.

“Unit tersebut tidak pernah sampai ke perusahaan, melainkan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi para pelaku,” imbuhnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit motor milik korban, kendaraan yang digunakan pelaku, tujuh unit handphone, surat penarikan palsu, dan dokumen kepemilikan.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa praktik seperti ini adalah tindakan melawan hukum yang masuk dalam kategori premanisme. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan kendaraan tanpa proses hukum yang sah dan segera melapor jika mengalami intimidasi,” katanya.

Pungkasnya, Kombes Pol Artanto menambahkan, “Operasi Aman Candi 2025 adalah bentuk nyata komitmen Polda Jateng dalam memberantas aksi premanisme dan menjaga stabilitas keamanan serta iklim investasi di Jawa Tengah.”

Penulis : Welly

Editor : Bandi

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru