JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kebijakan pemerintah menurunkan biaya haji 2026 sebesar Rp2 juta per jemaah mendapat respons positif dari berbagai pihak. Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai langkah Presiden Prabowo Subianto itu menjadi bukti keberpihakan negara kepada masyarakat, terutama calon jemaah haji.
Penurunan biaya haji dinilai penting di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memperoleh layanan ibadah yang terjangkau serta berkualitas.
Lia Istifhama menyampaikan, kebijakan tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat karena dapat mengurangi beban biaya yang harus ditanggung calon jemaah. Menurutnya, keputusan itu menunjukkan pemerintah hadir dalam menjawab kebutuhan riil warga.
Ia berharap transformasi penyelenggaraan haji nasional terus dilanjutkan, mulai dari efisiensi biaya hingga peningkatan kualitas pelayanan. Sistem yang profesional dan berpihak pada jemaah disebut menjadi kebutuhan utama ke depan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan penurunan biaya haji tetap dilakukan meski harga avtur global mengalami kenaikan. Kebijakan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta.
Selain penyesuaian biaya, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satunya pengembangan lahan 45 hektare di Makkah untuk perkampungan haji Indonesia serta usulan terminal khusus bagi jemaah Indonesia.
“Ini merupakan kebijakan yang patut diapresiasi karena memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Penurunan biaya haji tentu sangat membantu dan meringankan calon jemaah,” ujar Lia Istifhama, Kamis (9/4).
Ia menambahkan, “Banyak inovasi yang dilakukan dan sangat membantu masyarakat.”
Wakil Sekretaris Jenderal Sarikat Penyelenggara Umroh & Haji Indonesia, Adjie Mubarok, juga menyebut keputusan itu sebagai kabar baik bagi calon jemaah.
Penurunan biaya haji berpotensi meningkatkan akses masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci, khususnya bagi calon jemaah yang selama ini terbebani biaya tinggi. Kebijakan ini juga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap reformasi layanan haji nasional.
Di sisi lain, masyarakat tetap menaruh harapan agar penurunan biaya diikuti peningkatan kualitas akomodasi, transportasi, kesehatan, dan pendampingan selama ibadah berlangsung.
“Pelaksanaan haji tahun 2026 kita pastikan biaya haji diturunkan sekitar Rp2 juta walaupun harga avtur naik,” tegas Presiden Prabowo. Pernyataan itu menandai komitmen pemerintah menjaga layanan haji tetap terjangkau.


















Komentar