Biro Adpim Jatim Sabet Radar Mojokerto Awards 2026, Strategi Komunikasi Publik Tuai Pengakuan

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun komunikasi publik yang lebih terbuka, kolaboratif, dan mudah dipahami masyarakat kembali mendapat apresiasi. Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan The Collaborative and Inclusive Communication for Community Empowerment Award 2026 dalam ajang Jawa Pos Radar Mojokerto Awards 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Sunrise Mojokerto, Selasa (7/7/2026) malam.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas pendekatan komunikasi publik yang dinilai mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Selama beberapa tahun terakhir, komunikasi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur diarahkan tidak sekadar menyampaikan informasi kebijakan, tetapi juga membuka ruang dialog dan mendorong partisipasi publik.

Peran itu dijalankan Biro Administrasi Pimpinan melalui Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan yang bertugas menyiapkan materi strategis pimpinan, mengelola hubungan dengan media, menyusun narasi pembangunan, memperkuat komunikasi digital, hingga mengoordinasikan komunikasi lintas perangkat daerah.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur komunikasi publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Penghargaan ini kami persembahkan bukan hanya untuk Biro Administrasi Pimpinan, tetapi untuk seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang setiap hari bekerja membangun komunikasi publik yang terbuka, kolaboratif, dan berpihak kepada masyarakat. Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membangun kepercayaan dan menghadirkan ruang partisipasi,” kata Pulung.

Menurutnya, tantangan komunikasi pemerintah kini semakin kompleks seiring perubahan perilaku masyarakat dan derasnya arus informasi digital. Kondisi tersebut menuntut pemerintah mampu menyampaikan kebijakan secara cepat, akurat, sekaligus mudah dipahami berbagai lapisan masyarakat.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kualitas kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga ditentukan oleh sejauh mana masyarakat memahami, menerima, dan mendukung pelaksanaannya.

“Kami percaya keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakannya, tetapi juga bagaimana kebijakan itu dipahami, diterima, dan didukung masyarakat. Karena itu komunikasi publik harus dibangun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen, mulai pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas,” ujarnya.

Pulung menjelaskan pendekatan komunikasi yang diterapkan mengacu pada konsep pentahelix dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem komunikasi. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak akan memperluas penyebaran informasi sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Kolaborasi adalah kata kuncinya. Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menyampaikan narasi pembangunan, semakin besar pula peluang masyarakat memahami dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan tersebut,” jelasnya.

Ia berharap setiap informasi yang disampaikan pemerintah mampu menghadirkan optimisme dan mendorong masyarakat berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin setiap informasi pemerintah tidak berhenti menjadi berita, tetapi mampu menjadi inspirasi, membangun optimisme, dan menggerakkan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Jawa Timur,” tuturnya.

Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur, Zainal Muttaqin, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat transformasi komunikasi publik agar semakin dekat dengan masyarakat.

Menurut Zainal, paradigma komunikasi pemerintah kini telah bergeser dari sekadar penyampaian informasi menuju keterlibatan publik (public engagement). Karena itu, setiap materi komunikasi disusun berdasarkan data, kebutuhan informasi masyarakat, serta berbagai perspektif publik agar pesan yang disampaikan lebih efektif.

“Komunikasi publik hari ini tidak lagi cukup hanya cepat. Ia harus akurat, mudah dipahami, relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mampu membangun keterlibatan publik. Inilah arah yang terus kami kembangkan di Biro Administrasi Pimpinan,” terangnya.

Ia menambahkan narasi pembangunan harus dapat dipahami seluruh kelompok masyarakat, mulai warga desa, pelaku UMKM, petani, nelayan, generasi muda hingga kelompok rentan. Dengan pemahaman yang baik terhadap substansi kebijakan, partisipasi publik diharapkan tumbuh secara alami.

Selain memperkuat komunikasi melalui media massa, Biro Administrasi Pimpinan juga mengembangkan sinergi melalui berbagai kanal digital resmi pemerintah. Hubungan kemitraan dengan media terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi publik yang kredibel dan berimbang.

“Media merupakan mitra strategis pemerintah. Kami membangun hubungan yang sehat, terbuka, dan saling menghormati independensi masing-masing. Dari sinilah komunikasi publik memperoleh kredibilitas dan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Zainal menegaskan komunikasi publik harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi maupun wilayah. Menurutnya, prinsip inklusif menjadi fondasi agar hak masyarakat memperoleh informasi dapat terpenuhi sebagai bagian dari pelayanan publik.

Selama ini, berbagai program komunikasi yang dijalankan Biro Administrasi Pimpinan juga diarahkan pada penyusunan narasi yang lebih membumi, penguatan komunikasi pimpinan, pengelolaan isu strategis, publikasi pembangunan daerah, serta kolaborasi dengan akademisi, komunitas, organisasi profesi, media, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pulung menegaskan penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik di Jawa Timur agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Penghargaan ini menjadi amanah sekaligus pengingat bahwa komunikasi publik harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Yang terpenting bukan seberapa banyak informasi yang disampaikan pemerintah, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Kami akan terus memperkuat komunikasi publik yang kolaboratif, inklusif, humanis, dan berkelanjutan demi mewujudkan Jawa Timur yang semakin maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Minggu, 1 November 2026 - 21:54

AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Berita Terbaru