Bisa Servis Motor Belum Cukup, Disnaker Sidoarjo Kejar Standar Industri

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta mengikuti pelatihan teknisi sepeda motor injeksi yang digelar Disnaker Sidoarjo di LPK Starskill Innovation.

Peserta mengikuti pelatihan teknisi sepeda motor injeksi yang digelar Disnaker Sidoarjo di LPK Starskill Innovation.

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Kemampuan memperbaiki sepeda motor belum cukup untuk memastikan seseorang siap memasuki dunia kerja. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kini mendorong peserta pelatihan teknisi sepeda motor injeksi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Pelatihan yang digelar di LPK Starskill Innovation tersebut berlangsung selama 21 hari. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai kebutuhan dunia industri, penyusunan CV, peluang kerja, hingga pendampingan untuk menghubungkan peserta dengan pekerjaan.

Koordinator Pelatihan Teknisi Sepeda Motor Injeksi LPK Starskill Innovation, Nanda Dhani Luqman Zaki, mengatakan terdapat perbedaan antara sekadar mampu melakukan pekerjaan dengan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.

“Bisa kerja itu berbeda dengan siap kerja. Kalau sudah siap kerja, berarti sudah sesuai standar apa yang memang dibutuhkan industri,” ungkap Nanda.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja berkualitas menjadi perhatian penting di Sidoarjo yang memiliki basis ekonomi kuat pada sektor industri. Berdasarkan data BPS yang dicantumkan dalam bahan, industri pengolahan menyumbang 49,45 persen terhadap struktur perekonomian Sidoarjo pada 2025.

Pada Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja di Sidoarjo mencapai 1,14 juta orang. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 5,75 persen. Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas tenaga kerja tetap menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah daerah.

Pelatihan teknisi sepeda motor injeksi dibuka pada Senin (5/10/2026) dan menjadi bagian dari program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Sidoarjo, Indar Hidayanti, mengatakan pemerintah daerah menggandeng sejumlah lembaga pelatihan kerja untuk memperluas akses peningkatan keahlian masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selama ini bekerja sama dengan beberapa LPK untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan keahlian dan keterampilannya. Harapannya, mereka bisa lebih percaya diri dan mendapatkan peluang di pasar kerja,” ujarnya.

Peserta juga diwajibkan mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara serius. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan menjalani ujian kompetensi untuk memperoleh sertifikat keahlian yang dapat menjadi dokumen pendukung saat melamar pekerjaan sesuai bidang kompetensinya.

Namun, program tersebut tidak berhenti pada pemberian sertifikat. Disnaker juga akan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pelatihan. Pendekatan itu diarahkan agar peserta tidak hanya berstatus sebagai lulusan pelatihan, tetapi memiliki jalur untuk menghubungkan kompetensi yang diperoleh dengan kebutuhan pekerjaan.

Nanda mengatakan pihaknya juga berupaya membantu peserta memperoleh akses pekerjaan, baik melalui jalur usaha mandiri maupun koneksi dengan dunia kerja.

“Tujuan dari pelatihan ini tentunya kita membantu dari berbagai macam sektor, bagaimana caranya mereka untuk job connect. Jadi bukan hanya peserta menjadi wirausaha atau usaha mandiri, tetapi kami juga membantu untuk job connection,” jelasnya.

Kerja sama LPK Starskill Innovation dengan Disnaker Sidoarjo telah berjalan sejak 2023. Selain pelatihan teknisi sepeda motor, program tersebut juga mencakup bidang AC dan permesinan.

Untuk menyesuaikan pelatihan dengan karakter industri Sidoarjo, masyarakat juga didorong mempertimbangkan bidang yang memiliki kebutuhan tenaga kerja. Nanda menyebut manufaktur, CNC, dan permesinan sebagai sejumlah bidang yang relevan.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan kerja diarahkan menjadi jembatan antara kompetensi masyarakat dan kebutuhan industri. Targetnya bukan sekadar membuat peserta mampu bekerja, tetapi memiliki kesiapan yang lebih sesuai dengan standar dunia kerja.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Khofifah Luncurkan Magister Kajian Turats Pertama di Indonesia
Khofifah Pimpin Pembaretan 1.334 Taruna Jatim, Tekankan Karakter dan Disiplin
SMK Go Global Jember Targetkan 1.000 Lulusan ke Pasar Internasional
Polsek Tikung Edukasi Siswa TK Aisyiyah 2 Griya Permata Insani Lamongan Cegah Bullying Sejak Dini
Khofifah Siapkan Servis Gratis 8.100 Motor di 350 SMK se-Jatim
Kabut Asap Selimuti Pelalawan, Disdik Siapkan Opsi Persingkat Jam Belajar
200 Lebih Kepala Sekolah Ikuti Bimtek Dispendik Jember, Kinerja dan Inovasi Jadi Fokus
Dugaan Pemotongan PIP di Lamongan Disorot Mahasiswa, Disdik Siap Tindaklanjuti

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:06

Khofifah Luncurkan Magister Kajian Turats Pertama di Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:33

Khofifah Pimpin Pembaretan 1.334 Taruna Jatim, Tekankan Karakter dan Disiplin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:10

SMK Go Global Jember Targetkan 1.000 Lulusan ke Pasar Internasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:44

Polsek Tikung Edukasi Siswa TK Aisyiyah 2 Griya Permata Insani Lamongan Cegah Bullying Sejak Dini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:58

Khofifah Siapkan Servis Gratis 8.100 Motor di 350 SMK se-Jatim

Berita Terbaru