BPBD Probolinggo Petakan 19 Desa Rawan Kekurangan Air

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mulai memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Sebanyak 16 dusun di 19 desa yang tersebar di tujuh kecamatan masuk dalam daftar penanganan BPBD Kabupaten Probolinggo. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tiris, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto, Leces, Kuripan dan Tongas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan perhatian dalam menghadapi potensi kekurangan air bersih.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang memang harus terpenuhi, sehingga di musim yang kering ini menjadi perhatian kami,” katanya.

Sejumlah desa yang menjadi perhatian BPBD di antaranya Paras, Tegalsono, Tegalwatu, Rejing, Tulupari dan Sumberkramat. Desa-desa tersebut termasuk dalam wilayah yang dipantau terkait kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

“BPBD dalam mengatasi kekeringan ini sudah mulai memetakan beberapa desa yang menjadi atensi kami dalam hal mengatasi kekurangan air bersih di masyarakat,” jelas Oemar.

Menurutnya, pemetaan menjadi langkah awal untuk menentukan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian. Dengan mengetahui desa dan dusun yang berpotensi terdampak, penanganan kebutuhan air bersih dapat dilakukan secara lebih terarah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap tersedia, terutama ketika memasuki periode musim kering.

BPBD Kabupaten Probolinggo juga terus memantau kondisi sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian selama musim kemarau,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru