MAJALENGKA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar rapat pimpinan (Rapim) sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sepanjang satu tahun anggaran. Evaluasi ini menjadi pijakan penting dalam menjaga konsistensi pembangunan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa meski masa kepemimpinannya belum genap satu tahun, evaluasi tetap mutlak dilakukan. Menurut dia, pengukuran kinerja minimal harus dilihat dalam rentang satu tahun anggaran agar arah kebijakan tetap terjaga.
“Kita harus sudah mampu mendiagnosis kekurangan, baik secara kelembagaan maupun individu ASN. Apakah kinerja kita benar-benar optimal atau masih perlu perbaikan,” kata Eman, Senin (5/1/2026).
Ia menekankan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada realisasi program, tetapi juga pada kualitas pengabdian aparatur sipil negara dalam melayani masyarakat. Disiplin, integritas, dan tanggung jawab menjadi indikator penting yang terus ditekankan.
Di tengah proses evaluasi tersebut, Pemkab Majalengka mencatat sejumlah capaian positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Majalengka menunjukkan tren pembangunan yang membaik. Angka kemiskinan menurun, pertumbuhan ekonomi berada pada level tinggi, sementara angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi yang tertinggi di kawasan Ciayumajakuning.
“Capaian ini objektif karena dinilai langsung oleh BPS, bukan oleh kita sendiri. Ini patut disyukuri, tapi bukan untuk berpuas diri,” ujar Eman.
Ia mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar tetap fokus menjalankan program prioritas, termasuk penguatan nilai spiritual dan sosial sebagai fondasi pembangunan. Program Gerakan Bersih Jumat, Subuh Akbar, serta pembiasaan shalat dhuha disebut sebagai bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kinerja dan moralitas.
Memasuki 2026, Pemkab Majalengka juga mulai menyiapkan kick off penyusunan APBD 2027. Hasil Rapim diharapkan menjadi dasar perencanaan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Data sudah baik, tinggal bagaimana kita bekerja lebih serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Eman.
Penulis : Eko Widiantoro
Editor : Zainul Arifin








