Bukan Kaleng-Kaleng! Khofifah Sabet Penghargaan Tertinggi PB PGRI

Senin, 10 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan tertinggi Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Dwija Praja Nugraha. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas komitmen dan kebijakan Khofifah dalam mendorong pendidikan berkualitas, pemerataan akses pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan guru di Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan langsung Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., saat audiensi bersama Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan tertinggi PB PGRI yang diberikan kepada kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen, kepedulian, dan dedikasi dalam memajukan sektor pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjamin kesejahteraan guru.

Khofifah mengatakan penghargaan tersebut menjadi pemacu bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pendidikan Jatim, untuk terus memperkuat kualitas dan pemerataan pendidikan.

“Syukur Alhamdulilah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan, dan penghargaan ini adalah apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, penghargaan itu merupakan akumulasi capaian berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan Jawa Timur, mulai dari murid, wali murid, guru, kepala sekolah hingga institusi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Ia menegaskan pendidikan berkualitas memiliki posisi penting dalam membangun sumber daya manusia. Akses pendidikan yang layak juga dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memutus mata rantai kemiskinan.

“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan, semua dari pendidikan,” tegasnya.

Sejumlah capaian pendidikan Jawa Timur menjadi bagian dari paparan Khofifah. Salah satunya posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah murid terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut melalui jalur SNBP maupun SNBT sejak 2019 hingga 2026.

Jawa Timur juga disebut berhasil meraih Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah tingkat nasional 2026 untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Capaian tersebut sekaligus mengukuhkan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan vokasi nasional.

Selain capaian tersebut, Jawa Timur mencatat 45.839 medali berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026. Medali tersebut berasal dari berbagai kompetisi yang diikuti pelajar jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga pendidikan khusus.

Bidang prestasi yang diraih pelajar mencakup seni dan budaya, riset dan inovasi, hingga olahraga. Khofifah menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari bukti kualitas ekosistem pendidikan Jawa Timur.

“Capaian-capaian ini menjadi bukti nyata kualitas unggul pendidikan Jatim serta ekosistem pendidikan yang tumbuh sehat, kolaboratif, kompetitif, dan berkarakter,” sebutnya.

Pemerataan akses pendidikan juga menjadi perhatian Pemprov Jatim. Pada 2026, pemerintah provinsi menyiapkan Program Beasiswa Pendidikan bagi siswa dan mahasiswa Jawa Timur dengan total kuota lebih dari 143 ribu penerima.

Program tersebut mencakup 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Timur.

“Karena pendidikan berkualitas adalah hak bagi seluruh masyarakat, semua berhak mendapatkan akses yang sama,” terangnya.

Persoalan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian Khofifah. Ia mengatakan Pemprov Jatim tengah berupaya menyelesaikan persoalan terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) agar prosesnya dapat berjalan dan guru memperoleh kesejahteraan yang lebih layak.

Menurutnya, kesejahteraan, penghargaan, dan penghormatan kepada guru memiliki kaitan dengan kualitas pendidikan serta proses transfer ilmu kepada peserta didik.

“TPG ini menjadi tugas kita bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan harapan segera kita mencarikan solusi terbaik agar bisa diberikan kepada guru-guru,” jelasnya.

Ketua Umum PB PGRI Prof. Unifah Rosyidi mengatakan Khofifah memenuhi kriteria ketat untuk menerima Dwija Praja Nugraha. Ia menilai berbagai capaian pendidikan Jawa Timur menjadi bukti dukungan kebijakan dan upaya konkret pemerintah daerah.

“Dwija Praja Nugraha itu adalah penghargaan tertinggi kami kepada Gubernur, Bupati, Walikota. Dan dalam hal ini Gubernur biasanya itu sangat-sangat sedikit karena kriterianya yang sangat berat,” kata Unifah.

Unifah menyebut Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah menunjukkan dukungan anggaran dan kebijakan untuk memajukan pendidikan. Kerja sama pemerintah daerah dengan organisasi guru serta dunia usaha dan dunia kerja juga dinilai telah berjalan.

“Kami menganggap bahwa Jawa Timur dipimpin Ibu Khofifah punya komitmen yang sangat kuat, kami sendiri tadi mendengarkan bagaimana beliau berusaha keras untuk mewujudkan itu semua dan melihat bahwa guru adalah salah satu pilar yang sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,” jelasnya.

Unifah juga menyampaikan Jawa Timur terpilih dalam program Go Public! Fund Education oleh Education International. Program tersebut mendorong pemerintah di berbagai negara memperkuat investasi dan pendanaan sistem pendidikan publik untuk mewujudkan pendidikan bermutu.

Menurut Unifah, pemilihan Jawa Timur berkaitan dengan berbagai capaian dan kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemprov Jatim. Informasi mengenai kebijakan tersebut disebut dipantau Education International melalui berbagai media dan tools.

“Di dunia internasional ibu Khofifah sudah sangat dikenal,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST., M.M., DBA, jajaran PGRI, serta Rektor UNIPA Surabaya Dr. Untung Lasiyono, S.E., M.Si.

Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah yang juga Plt. Kepala Badan Riset Daerah Provinsi Jawa Timur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru