Bukan Sekadar Karnaval, BEC 2026 Satukan Budaya Dunia di Banyuwangi

Minggu, 19 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan mancanegara tampil bersama talent lokal dalam parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Sabtu (18/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wisatawan mancanegara tampil bersama talent lokal dalam parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Sabtu (18/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 tidak hanya menjadi panggung budaya bagi masyarakat lokal. Event yang digelar Sabtu (18/7/2026) itu juga melibatkan puluhan wisatawan mancanegara yang turut ambil bagian sebagai peserta parade bertema “Perang Bayu – The Great War of Blambangan”.

Kehadiran peserta dari berbagai negara memperkuat posisi BEC sebagai ajang budaya yang mampu menarik perhatian dunia. Mereka berasal dari Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Swedia, Afrika, Pakistan, Belanda, dan sejumlah negara lainnya.

Para wisatawan tersebut mengenakan kostum etnik yang terinspirasi dari kisah heroik Perang Bayu. Bersama ratusan talent lokal, mereka berjalan menyusuri rute karnaval sepanjang sekitar dua kilometer dari Taman Blambangan hingga Jalan Ahmad Yani.

Partisipasi wisatawan asing menjadikan BEC tidak sekadar pertunjukan budaya. Karnaval yang memasuki tahun ke-14 itu berkembang menjadi ruang interaksi lintas budaya yang mempertemukan masyarakat Banyuwangi dengan warga dunia dalam satu panggung yang sama.

Jerome, wisatawan asal Belgia, mengaku antusias karena kunjungan pertamanya ke Indonesia bertepatan dengan penyelenggaraan BEC 2026. Ia merasa beruntung dapat terlibat langsung dalam agenda budaya terbesar di Banyuwangi tersebut.

“Saya sangat excited. Ini pertama kali saya ke Indonesia, pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Murad, wisatawan asal Pakistan. Pemuda berusia 21 tahun itu menyebut keterlibatannya sebagai peserta BEC menjadi pengalaman berharga yang akan selalu diingat.

Melissa Curtis dari Inggris juga mengaku kagum setelah memahami filosofi yang terkandung dalam kostum yang dikenakannya. Menurutnya, pengalaman mengikuti parade budaya tersebut memberikan pemahaman baru tentang kekayaan sejarah dan budaya Banyuwangi.

“Amazing experience. Pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi,” ungkap Melissa.

Kemegahan BEC 2026 juga terlihat dari antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute parade. Ribuan warga telah berdatangan sejak pagi untuk mendapatkan lokasi terbaik menyaksikan pertunjukan yang baru dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Mereka rela bertahan di bawah terik matahari demi menyaksikan parade kolosal yang mengangkat kisah perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18. Tema tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Banyuwangi yang diterjemahkan ke dalam berbagai desain kostum artistik.

Sorak sorai penonton terus mengiringi penampilan ratusan talent yang memadukan unsur seni, sejarah, dan budaya lokal. Setiap kostum menampilkan interpretasi berbeda tentang semangat perjuangan yang menjadi ruh utama tema Perang Bayu.

BEC juga meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan asal Belanda, Cynthia. Ia mengaku terpesona oleh kemegahan kostum sekaligus nilai sejarah yang diangkat dalam pertunjukan tersebut.

“Amazing, sangat kagum dengan kostumnya yang megah. Yang paling menarik adalah history yang diangkat pada pertunjukkan ini, semuanya bagus dan indah. Saya juga bahagia, orang-orang di sini ramah, suatu saat saya akan kesini lagi,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Berita Terbaru