Bukan Sekadar Populer, Senator DPD RI Lia Istifhama Konsisten Turun ke Akar Masalah Warga Jawa Timur

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses di Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses di Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Nama Senator Lia Istifhama kian menguat dalam percaturan politik nasional. Terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur, Lia mencatat sejarah sebagai senator perempuan yang non-petahana dengan perolehan suara tertinggi di Indonesia. Lebih dari sekadar capaian elektoral, konsistensinya hadir langsung di tengah masyarakat menjadi sorotan publik.

Dalam Pemilu 2024, Lia Istifhama meraih 2.739.123 suara. Raihan ini menempatkannya sebagai senator perempuan non-petahana dengan suara terbanyak secara nasional, hanya berada di bawah Komeng dari Jawa Barat dan Gus Yasin dari Jawa Tengah.

Namun, perhatian publik tidak semata tertuju pada angka. Lia, yang akrab disapa Ning Lia, dikenal dengan pendekatan politik turun langsung ke masyarakat atau mudun ngisor. Ia secara rutin hadir di ruang-ruang sosial warga, mulai dari desa hingga kawasan perkotaan, mendengarkan aspirasi dan tanpa sekat formalitas.

Meski berasal dari keluarga tokoh nasional, Lia Istifhama tidak membangun jarak dengan konstituen. Ia juga  merupakan keponakan mantan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sekaligus putri KH Maskur Hasyim, tokoh Nahdlatul Ulama. Latar belakang tersebut tidak menjadikannya elitis dalam berpolitik.

Di luar aktivitas politik, Lia dikenal aktif sebagai advokat, akademisi, penulis, dan pegiat sosial. Kombinasi peran ini memperkuat dalam pendekatannya untuk  memahami persoalan masyarakat dari berbagai sudut pandang.

“Bagi saya, politik adalah amanah. Wakil rakyat tidak boleh hanya hadir di ruang rapat, tetapi juga di tengah masyarakat yang menghadapi persoalan nyata setiap hari,” ujar Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, saat berdialog dengan warga di Surabaya.

Pendekatan Lia mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya, Mubarok, menilai pola komunikasi yang dibangun Lia memberi kontribusi positif terhadap citra DPD RI.

“Ning Lia membawa orientasi baru yang berpihak pada konstituen. Ia aktif menemui masyarakat lintas lapisan dan menghadirkan inovasi dalam menyerap aspirasi daerah. Ini penting untuk menghilangkan kesan elitis yang selama ini melekat pada DPD,” kata Mubarok.

Menurutnya, kehadiran senator secara konsisten di daerah pemilihan berperan penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan daerah.

Komitmen turun ke bawah kembali ditunjukkan Lia melalui agenda reses dan penyerapan aspirasi di 16 kabupaten dan kota di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Malang Kota dan Kabupaten, Lamongan, Gresik, Nganjuk, Pacitan, Bondowoso, hingga Pamekasan.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, mengemuka empat isu strategis yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat.

Pertama, sektor kesehatan, khususnya penerapan Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS. Lia menyoroti masih banyak rumah sakit daerah yang menunggu petunjuk teknis sehingga kesulitan menyesuaikan kapasitas layanan.

“Rumah sakit daerah perlu kepastian regulasi agar tetap produktif dan mampu memperkuat fungsi promotif serta preventif bagi masyarakat,” ujar Lia.

Kedua, sektor pendidikan, terutama akses Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja bagi guru Raudlatul Athfal di bawah Kementerian Agama. Menurut Lia, peran pendidik PAUD berbasis keagamaan sangat strategis, namun belum diikuti dengan kesempatan seleksi yang setara.

Ketiga, perlindungan jaminan sosial bagi pelaku pariwisata. Banyak pekerja sektor ini belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, padahal pariwisata merupakan penggerak utama ekonomi daerah. Lia juga mendorong integrasi layanan kesehatan di kawasan wisata.

Keempat, pelestarian budaya dan bahasa daerah. Lia menekankan pentingnya penyusunan kamus untuk sekitar 718 bahasa daerah sebagai langkah konkret perlindungan budaya nasional dan mendorong agar program tersebut masuk prioritas anggaran pemerintah pada 2027.

Konsistensi Lia Istifhama hadir langsung di tengah masyarakat menunjukkan bahwa representasi politik tidak berhenti pada perolehan suara. Tantangan selanjutnya adalah memastikan aspirasi daerah yang dihimpun dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nasional melalui peran strategis DPD RI.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Bupati Kendal Minta ASN Tingkatkan Kompetensi, MOOC Jadi Solusi Pembelajaran Fleksibel
KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:34 WIB

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:49 WIB

Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:06 WIB

KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB