Tutur Pasuruan Jadi Sentra Paprika Jawa Timur, Pasok Hingga Papua

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani memanen paprika di greenhouse Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petani memanen paprika di greenhouse Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, selama ini dikenal sebagai kawasan agrowisata pegunungan. Namun di balik lanskap hijau lereng Bromo, wilayah ini juga memegang peran strategis sebagai satu-satunya sentra produksi paprika terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan jangkauan pasar nasional.

Produksi paprika di Kecamatan Tutur ditopang kondisi geografis ideal di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Salah satu di desa dengan konsentrasi tanaman terbanyak adalah Desa Tlogosari, tempat ratusan ribu tanaman paprika tumbuh di sejumlah greenhouse milik seorang petani lokal.

Eddy Sudarsono, petani paprika asal Dusun Yitnan, Desa Tlogosari, telah menekuni komoditas ini selama bertahun-tahun. Saat ini, ia mengelola dua greenhouse dengan sekitar 4.000 pohon paprika yang sudah memasuki masa panen.

“Panen kami sesuaikan permintaan pasar. Ada yang dipetik saat masih hijau, ada juga yang dibiarkan sampai merah atau kuning,” ujar Eddy saat ditemui awak media di kebunnya, Senin (12/1/2026).

Dalam satu kali siklus panen, setiap pohon paprika mampu menghasilkan tiga hingga lima kilogram buah. Paprika hijau menjadi varietas yang paling banyak dipanen karena permintaan tinggi dan harga yang lebih terjangkau.

“Sedang harga paprika hijau berkisar Rp22 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram. Paprika merah sekitar Rp35 ribu, sedangkan kuning bisa mencapai Rp45 ribu,” jelas Eddy.

Produk paprika asal Tutur ini tidak hanya diserap pasar lokal, tetapi juga dikirim ke Jakarta, Kalimantan, hingga Papua. Sebagian pembeli bahkan juga datang langsung ke kebun untuk mengambil hasil panen.

Camat Tutur, Hendi Candra Wijaya, menyebut paprika telah menjadi identitas ekonomi wilayahnya. “Ratusan ribu tanaman paprika berkembang di beberapa desa, dengan konsentrasi terbesar di Desa Tlogosari,” katanya.

Ia berharap pengembangan paprika terus diperluas untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. “Kecamatan Tutur ini bisa disebut sebagai gudangnya paprika nasional,” tegas Hendi.

Dengan pasar yang stabil ini dan dukungan lingkungan alam, paprika Tutur berpotensi menjadi model penguatan ekonomi berbasis hortikultura sekaligus penopang kesejahteraan petani di kawasan lereng Bromo.

Lainnya:

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru