Gubernur Khofifah Petik Jeruk Tutur Pasuruan, Jatim Tegaskan Produksi Jeruk Tertinggi Nasional

Minggu, 4 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memetik jeruk siam  saat kunjungan ke sentra jeruk Tutur, Pasuruan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memetik jeruk siam saat kunjungan ke sentra jeruk Tutur, Pasuruan. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

PASURUANm RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan libur Tahun Baru 2026 dengan mengunjungi sentra jeruk siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/1). Kunjungan ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan produksi jeruk tertinggi secara nasional sekaligus menjadi ajakan terbuka untuk mengurangi ketergantungan pada buah impor.

Di tengah hamparan kebun jeruk di kawasan pegunungan Tutur, Khofifah memetik langsung jeruk siam bersama petani dan warga. Aktivitas tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk dukungan terhadap komoditas hortikultura lokal yang dinilai memiliki kualitas dan daya saing tinggi di pasar nasional.

Khofifah menilai jeruk siam Tutur unggul dari berbagai aspek, mulai ukuran buah, rasa, hingga kualitas panen. Ia mengaku melihat perkembangan signifikan dibandingkan kunjungan sebelumnya, dengan buah yang tumbuh lebih lebat dan berwarna cerah.

“Jeruk siam di Desa Tutur ini unggul. Dua bulan lalu saya ke sini, dan hari ini datang lagi, saya terkesima melihat buahnya tumbuh lebat, kulitnya agak tebal berwarna oranye, ukurannya besar, dan rasanya manis sekali, serasa bercampur madu,” kata Khofifah.

Menurutnya, letak geografis Kecamatan Tutur yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut menjadi faktor penting. Kondisi alam pegunungan dinilai sangat ideal untuk pengembangan hortikultura, khususnya jeruk siam, sehingga mampu menghasilkan buah berkualitas tinggi secara konsisten.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menegaskan kontribusi Jawa Timur dalam produksi jeruk nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi jeruk Jatim pada triwulan III 2025 mencapai 959.231,31 ton atau berkontribusi 36,22 persen terhadap produksi nasional pada periode yang sama.

“Produksi jeruk di Jawa Timur merupakan yang tertinggi se-Indonesia. Ini potensi besar yang harus dijaga bersama, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi jeruk lokal dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada impor,” ujarnya.

Khofifah menekankan bahwa konsumsi produk lokal tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian daerah. Menurut dia, jeruk lokal memiliki kesegaran dan nilai gizi yang tidak kalah dengan produk impor.

“Kalau kita konsumsi jeruk lokal, kita bukan hanya mendapatkan produk segar dan sehat, tapi juga ikut menggerakkan ekonomi petani kita sendiri. Ini bagian dari gerakan cinta produk dalam negeri,” kata Khofifah.

Ia juga mengajak masyarakat yang berkunjung ke Pasuruan untuk mencicipi jeruk siam Tutur sebagai salah satu produk unggulan daerah. Dukungan pasar, kata dia, menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan mendorong keberlanjutan usaha tani jeruk.

Selain petik jeruk, Khofifah berdialog dengan para petani terkait tantangan produksi, distribusi, dan peluang pengembangan nilai tambah jeruk ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menurutnya, akan terus mendampingi petani melalui peningkatan kualitas produksi dan penguatan akses pasar agar jeruk Jatim semakin berdaya saing.

“Pemerintah provinsi akan terus hadir mendukung petani jeruk, dari hulu hingga hilir, agar komoditas unggulan Jawa Timur ini semakin kuat di pasar nasional,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Valen DA7 Tepis Soal Asmara, Pilih Fokus Karier dan Produktif Berkarya
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:47

Valen DA7 Tepis Soal Asmara, Pilih Fokus Karier dan Produktif Berkarya

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru