BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendekatkan pelayanan publik kembali terlihat saat program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) menyambangi empat desa di Kecamatan Licin, Senin (8/12/2025). Program yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sejak 2021 ini telah menjangkau 110 desa, lebih dari separuh total desa di daerah itu.
Kehadiran Ipuk dari satu desa ke desa lain bukan sekadar agenda seremonial. Ia turun langsung memeriksa kondisi layanan dasar, melihat potensi lokal, sekaligus mengurai masalah warga yang kerap tak tersampaikan ke pusat pemerintahan. “Bunga Desa ini menjadi ruang tatap muka agar penyelesaian masalah bisa lebih cepat dan terukur,” ujar Ipuk.
Di Desa Jelun, rangkaian layanan kesehatan menjadi pembuka. Pemeriksaan kesehatan gratis digelar, termasuk konsultasi kesehatan mental oleh psikolog bagi lansia. Warga juga dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam dan geriatri yang dibawa langsung ke desa.
“Kalau ada indikasi gangguan kesehatan, warga tak perlu menunggu lama atau pergi jauh ke rumah sakit. Bisa langsung ditangani di tempat,” kata Ipuk. Ia menambahkan, Banyuwangi tengah memperluas jadwal kehadiran dokter spesialis di sejumlah puskesmas agar pelayanan kesehatan semakin mudah diakses.
Berbagai bantuan sosial turut disalurkan, seperti program bedah rumah, paket usaha Warung Naik Kelas (Wenak), sembako, serta santunan bagi anak yatim. Di sektor pendidikan, kegiatan digelar di SMPN 1 Licin mulai pembelajaran coding dan AI untuk guru, pelatihan Smart Gasing PISA, hingga edukasi kebencanaan untuk siswa.
Ipuk juga meninjau potensi wisata dan UMKM. Di Desa Licin, ia mengunjungi Wisata Banyukuwung, pemandian mata air alami yang berada di lereng Gunung Ijen. “Tempat ini punya daya tarik kuat. Saya minta dinas terkait memperkuat pendampingan agar manfaat ekonominya makin terasa bagi warga,” ujarnya.
Selain wisata alam, banyak pelaku UMKM, kuliner, dan homestay tumbuh di wilayah Licin. Karena itu, pelatihan pembuatan konten promosi serta bantuan alat kreator digital diberikan agar warga mampu mengemas potensi lokal dengan lebih menarik.
Layanan administrasi publik juga dibawa ke desa, mulai Adminduk, HAKI, perizinan/NIB, konsultasi UMKM, rekomendasi sumber daya alam, pembayaran pajak daerah dan kendaraan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Format layanan terpadu ini membuat warga tak perlu keluar desa untuk mengurus dokumen.
Menutup agenda, Ipuk berdialog bersama seluruh kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga Kecamatan Licin. “Aspirasi yang muncul kami catat satu per satu. Ada persoalan yang bisa diselesaikan cepat, ada pula yang butuh proses lebih panjang seperti infrastruktur,” kata Ipuk.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- 1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








