BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai memetakan strategi baru untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama Wakil Bupati Moh Fauzan Ja’far dan jajaran Perseroda Bangkalan di Pendopo Agung Bangkalan, Rabu (24/6/2026).
Forum tersebut difokuskan pada evaluasi kinerja usaha yang selama ini dijalankan Perseroda Bangkalan sekaligus menyusun arah pengembangan bisnis yang dinilai mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah. Berbagai sektor usaha yang telah berjalan dikaji untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Dalam pembahasan itu, pemerintah daerah juga menyoroti sejumlah peluang usaha baru yang dinilai memiliki prospek menjanjikan. Optimalisasi aset daerah, penguatan tata kelola perusahaan, hingga penjajakan peluang investasi menjadi bagian dari strategi yang disiapkan untuk meningkatkan daya saing BUMD.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegaskan bahwa BUMD tidak cukup hanya menjalankan aktivitas usaha secara rutin. Menurutnya, perusahaan daerah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat.
“BUMD tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Perseroda harus mampu membaca peluang, menciptakan inovasi, dan mengembangkan usaha yang produktif sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” kata Lukman.
Ia menilai BUMD memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi produktif. Karena itu, seluruh potensi usaha yang dimiliki perlu dimanfaatkan secara optimal agar mampu menciptakan nilai tambah dan mendukung percepatan pembangunan daerah.
Wakil Bupati Bangkalan Moh Fauzan Ja’far menambahkan bahwa penguatan BUMD membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan manajemen perusahaan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk melahirkan terobosan usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar dan potensi daerah.
“Melalui evaluasi dan diskusi yang konstruktif ini, kami berharap lahir berbagai terobosan dan inovasi baru yang mampu memperkuat kinerja Perseroda Bangkalan,” ujarnya.
Menurut Fauzan, ukuran keberhasilan BUMD tidak hanya terlihat dari capaian bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Peningkatan PAD, terbukanya peluang ekonomi, serta menguatnya fondasi ekonomi daerah menjadi target yang ingin dicapai melalui pengembangan Perseroda Bangkalan.
“Pada akhirnya, keberhasilan BUMD harus bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta semakin kuatnya fondasi ekonomi daerah,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar