Bupati Bangkalan Ultimatum BUMD, Direksi Terancam Dievaluasi Total

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menghadiri TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menghadiri TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Komitmen memperkuat kinerja BUMD Bangkalan ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Badan Usaha Milik Daerah setelah capaian penghargaan dinilai belum merata.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri ajang TOP BUMD Awards 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026). Dalam agenda tersebut, hanya PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan yang berhasil meraih penghargaan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Lukman menilai seluruh BUMD harus memiliki target yang jelas, tidak sekadar hadir dalam forum nasional, tetapi juga menunjukkan prestasi dan kontribusi nyata bagi daerah.

Menurut dia, keberadaan BUMD sangat strategis di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah. Karena itu, perusahaan daerah dituntut mampu membuka lapangan kerja, memperluas usaha, serta menghasilkan keuntungan yang dapat menopang pembangunan.

Pemerintah daerah, kata dia, selama ini terus melakukan koordinasi dengan jajaran manajemen BUMD. Pemanggilan rutin dilakukan untuk memastikan rencana bisnis berjalan sesuai arah pengembangan dan target yang telah ditetapkan.

“Saya ingin semua BUMD di Bangkalan tidak hanya diundang, tapi juga mendapatkan penghargaan seperti ini. InsyaAllah mereka siap dan akan menyusul,” ujar Lukman Hakim.

Ia menegaskan, target utama bukan hanya penghargaan, melainkan kinerja sehat dan produktif. “BUMD harus bisa memberikan lapangan pekerjaan dan menghasilkan laba, paling tidak tidak merugi,” tegasnya.

Langkah evaluasi ini dinilai penting karena BUMD menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Jika dikelola optimal, BUMD dapat memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada anggaran pusat.

Sebaliknya, bila kinerja stagnan atau merugi, beban keuangan daerah berpotensi bertambah. Karena itu, evaluasi menyeluruh dinilai menjadi sinyal kuat agar manajemen bekerja lebih profesional dan kompetitif.

Bupati memastikan penilaian akan dilakukan dalam satu tahun ke depan. Jika tidak ada peningkatan signifikan, langkah tegas termasuk pergantian direksi akan diterapkan. “Jangan main-main. Kalau tidak ada peningkatan, akan kita evaluasi,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru