PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, ia mengajak dunia usaha, BUMN, program Corporate Social Responsibility (CSR), serta masyarakat membangun pembinaan olahraga melalui semangat kolaborasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Haris mengatakan hampir seluruh pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal sehingga dibutuhkan inovasi agar pembinaan atlet tetap berjalan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi solusi untuk menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga.
“Hampir semua daerah saat ini mengalami keterbatasan anggaran. Jangan untuk KONI, untuk membayar pegawai saja banyak daerah yang sudah kesulitan. Karena itu, kita harus membangun kolaborasi bersama CSR, BUMN dan berbagai pihak agar pembinaan olahraga tetap berjalan,” kataHaris.
Ia menambahkan, salah satu konsep yang dapat diterapkan adalah menghadirkan program Bapak Asuh bagi setiap cabang olahraga. Melalui pola tersebut, perusahaan maupun lembaga dapat mendampingi satu cabang olahraga secara berkelanjutan sehingga pembinaan atlet berlangsung lebih fokus dan optimal.
Haris juga menjelaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi agar KONI mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh insan olahraga. Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak ditentukan oleh siapa yang memimpin organisasi, melainkan dari prestasi yang dihasilkan.
“Mari kita bangun dengan kebersamaan. Kita tidak sedang berbicara siapa ketuanya, tetapi bagaimana olahraga mampu melahirkan prestasi yang menjadi kebanggaan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Haris memperkenalkan konsep sport tourism sebagai arah baru pengembangan olahraga di Kabupaten Probolinggo. Ia menilai setiap penyelenggaraan kejuaraan olahraga harus mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah.
“Ke depan konsep utama kita adalah sport tourism. Every event, economic impact. Setiap event olahraga harus dikolaborasikan dengan destinasi wisata sehingga mendatangkan pengunjung, menggerakkan UMKM, sekaligus mengenalkan potensi wisata Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Menurut Haris, Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar untuk mewujudkan konsep tersebut. Wilayah seluas sekitar 1.696 kilometer persegi dengan garis pantai hampir 98 kilometer, tiga gunung, tujuh danau, air terjun, serta berbagai destinasi alam menjadi modal kuat untuk menggelar berbagai event olahraga.
“Kita memang bukan kabupaten yang sangat kaya, tetapi kita kaya akan potensi alam. Kita punya pantai, gunung, danau, air terjun dan banyak destinasi yang bisa dipadukan dengan kegiatan olahraga. Kalau tidak kita mulai sekarang, kapan lagi?” imbuhnya.
Haris optimistis penyelenggaraan event olahraga di kawasan wisata akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Aktivitas tersebut diyakini mampu menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, jasa, hingga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Probolinggo.
“Kita tidak hanya bicara medali dan prestasi. Yang lebih penting adalah bagaimana keberadaan KONI dan cabang olahraga mampu memberikan dampak ekonomi bagi pariwisata Kabupaten Probolinggo. Pariwisata adalah sektor yang paling cepat menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar