JEMBER, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Jember mencatat capaian ekonomi yang impresif sepanjang 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait, daerah ini sukses mencatat lonjakan investasi hingga 70,2 persen, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan inflasi pada awal 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Jember pada Maret 2026 berada di angka 3,84 persen. Angka tersebut sedikit di atas inflasi nasional 3,48 persen dan Jawa Timur 3,79 persen, namun masih dinilai dalam batas yang terkendali.
Kinerja ekonomi Jember menjadi sorotan setelah realisasi investasi sepanjang 2025 menembus Rp 2,57 triliun. Nilai tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 1,51 triliun.
Capaian ini bahkan melampaui target RPJMD 2025–2029 sebesar Rp 1,85 triliun. Sektor properti dan kawasan industri menjadi motor utama pertumbuhan, disusul industri makanan, kimia dan farmasi, mineral non-logam, serta perdagangan dan reparasi.
Di sisi lain, tekanan inflasi masih muncul dari beberapa kelompok pengeluaran. Sektor perawatan pribadi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 13,66 persen. Meski demikian, deflasi pada sektor teknologi informasi dan jasa keuangan sebesar 2,56 persen membantu menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jember juga terus memperkuat pengendalian harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Kami terus bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan stok BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Gus Fawait, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan, investasi yang masuk harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp 2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru,” tegasnya.
Lonjakan investasi ini memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi menjanjikan di Jawa Timur. Selain membuka lapangan kerja baru, masuknya modal besar juga diharapkan mempercepat pembangunan kawasan industri dan sektor riil masyarakat.
Stabilitas inflasi yang tetap terjaga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif dan mengendalikan inflasi secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Jember tetap kuat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin

















