MALANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Malang bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang merusak 16 rumah warga di Dusun Balong, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Bantuan darurat disalurkan langsung oleh Bupati Malang, Sanusi, kepada warga terdampak pada Selasa (24/2/2025) pagi.
Bencana tersebut terjadi pada Senin (23/2/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Dusun Balong dan menyebabkan kerusakan ringan pada belasan rumah warga. Selain itu, sejumlah pohon tumbang sempat mengganggu akses lingkungan sekitar.
Berdasarkan pendataan awal pemerintah desa dan kecamatan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan atap rumah dan bagian bangunan lain membuat sebagian warga harus melakukan perbaikan segera agar dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Dalam kunjungannya, Bupati Sanusi menyerahkan bantuan berupa paket sembako, selimut, terpal, perlengkapan kebutuhan anak (family kids), serta bantuan logistik lainnya. Ia didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, jajaran kepala perangkat daerah, Ketua Baznas Kabupaten Malang, serta Forkopimcam Bantur.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Bantuan ini semoga bisa meringankan beban warga dan langsung digunakan untuk kebutuhan beberapa hari ke depan,” ujar Sanusi di hadapan warga terdampak.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Malang dalam penanganan bencana berbasis kebutuhan warga. Pemerintah memastikan proses pendataan lanjutan dilakukan guna mengantisipasi dampak lanjutan serta meminimalkan risiko serupa di kemudian hari.
“Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kami berharap warga tetap kuat dan saling mendukung,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar