LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Nama Kapten (Purn) H. Suherman, S.M., kembali menjadi sorotan publik usai didapuk sebagai alumni santri naturalisasi Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang. Momentum itu terjadi dalam forum Ngaji Rutin Kitab Kifayatul Atqiya’ dan pelantikan pengurus IKAPPMAM Cabang Lamongan yang dihadiri ratusan jamaah, tokoh NU, hingga pengasuh pesantren ternama dari Jombang, pada Minggu (17/5)
Suasana religius bercampur hangatnya silaturahmi terasa di kediaman Kapten (Purn) H. Suherman, S.M., saat keluarga besar Artomoro menerima kedatangan jamaah dan alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang.
Acara yang dirangkai dengan pelantikan pengurus IKAPPMAM Cabang Lamongan itu bukan sekadar agenda seremonial. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi alumni pesantren sekaligus penguatan jejaring Nahdlatul Ulama di Lamongan.
Hadir langsung pengasuh Ponpes Denanyar Jombang, KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam, bersama KH. Mu’id Shohib, KH. Wahab, dan Gus Amang. Sejumlah kiai sepuh, tokoh masyarakat, pengurus PCNU Lamongan dan Babat, hingga jamaah dari berbagai wilayah juga memadati lokasi acara.
Di tengah forum pengajian, Gus Salam secara terbuka mendapuk Kapten (Purn) H. Suherman sebagai alumni santri naturalisasi Denanyar Jombang. Pernyataan itu langsung menyedot perhatian jamaah.
“Semoga ke depan makin berkhidmat di Nahdlatul Ulama, juga berkhidmat di Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lamongan,” ujar KH. Abdussalam Shohib.
Pernyataan tersebut makin menarik perhatian karena disampaikan di tengah menguatnya dinamika politik internal PKB Lamongan. Nama Kapten Herman sendiri belakangan disebut sebagai salah satu figur yang bersiap maju memimpin DPC PKB Lamongan.
Gus Salam bahkan secara terang-terangan menyinggung hajat politik tersebut di depan jamaah.
“Mantan tentara jadi alumni Denanyar naturalisasi, Kapten Herman yang sekarang menjadi anggota Fraksi PKB DPRD Lamongan,” katanya.
“Beliau saat ini sedang punya hajat, mau berkhidmat jadi Ketua PKB Lamongan,” lanjutnya disambut tepuk tangan para jamaah.
Dukungan moral dan doa pun mengalir dalam forum itu. Jamaah berharap proses pengabdian yang dijalani Kapten Herman berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat Lamongan.
“Semoga Kapten Herman dimudahkan dalam segala urusannya, diberikan kebahagiaan bersama keluarga dan diberikan kesuksesan di masa depan,” ucap Gus Salam.
Sosok KH. Abdussalam Shohib sendiri bukan nama asing di lingkungan NU. Cucu KH. Bisri Syansuri, salah satu ulama pendiri Nahdlatul Ulama itu dikenal aktif menjaga tradisi pesantren sekaligus mendorong NU tetap relevan menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, Kapten (Purn) H. Suherman menegaskan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan pengabdian organisasi di tengah masyarakat.
“Melalui majelis ilmu dan pelantikan pengurus baru, diharapkan IKAPPMAM Cabang Lamongan dapat menjalankan amanah organisasi secara solid, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua IKAPPMAM Cabang Lamongan yang baru dilantik, Dr. Moh. Nurman, M.Pd., juga menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan dan konsistensi pengabdian di NU.
“Salah satunya melalui silaturahim dan Ngaji Rutin Kitab Kifayatul Atqiya’ tiga bulan sekali untuk melestarikan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” katanya.
Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus bergerak di Lamongan, “Forum keagamaan seperti ini dinilai bukan hanya menjaga sanad keilmuan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya figur-figur baru yang mendapat legitimasi moral dari kalangan pesantren dan masyarakat akar rumput, pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar