CCTV Bongkar Aksi Pencurian Pakaian Dalam di Kos Brondong Lamongan

Selasa, 10 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses mediasi kasus pencurian pakaian dalam yang difasilitasi Polsek Brondong bersama korban, pelaku, keluarga, dan tokoh masyarakat di Mapolsek Brondong, Lamongan, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Proses mediasi kasus pencurian pakaian dalam yang difasilitasi Polsek Brondong bersama korban, pelaku, keluarga, dan tokoh masyarakat di Mapolsek Brondong, Lamongan, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Rekaman kamera pengawas (CCTV) mengungkap aksi pencurian pakaian dalam yang terjadi di sebuah rumah kos wilayah Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Pelaku berinisial YP (39), warga setempat, akhirnya diamankan warga sebelum kasusnya diselesaikan melalui mediasi di kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, 8 Februari 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Korban berinisial DY (31), perempuan asal Kabupaten Madiun yang merantau dan tinggal di kos tersebut, awalnya menyadari pakaian dalam miliknya hilang secara mencurigakan.

Merasa janggal, korban bersama warga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil pemeriksaan, terlihat seorang pria memasuki area kos tanpa izin dan mengambil pakaian dalam yang dijemur.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut identitas pelaku terungkap setelah warga mencocokkan rekaman CCTV dengan ciri-ciri yang dikenali.

“Berdasarkan rekaman CCTV warga, pelaku masuk ke area rumah kos tanpa izin dan mengambil pakaian dalam milik korban. Kejadiannya Minggu malam,” ujar Hamzaid, Selasa (10/2/2026).

Terungkapnya aksi itu sempat memicu keresahan warga sekitar. Untuk mencegah potensi tindakan main hakim sendiri, tokoh masyarakat bersama Ketua RT membawa pelaku ke Polsek Brondong pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Di kantor polisi, aparat memfasilitasi penyelesaian melalui mekanisme problem solving yang dipimpin Kapolsek Brondong. Musyawarah melibatkan korban, pelaku, keluarga pelaku, perangkat lingkungan, serta tokoh masyarakat.

Hasilnya, pelaku mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Keluarga pelaku menyatakan kesanggupan membawa YP menjalani pengobatan medis terkait perilakunya.

Polisi menegaskan, mediasi ditempuh atas permintaan warga dan korban dengan mempertimbangkan stabilitas keamanan lingkungan.

“Kami mengedepankan pelayanan kepada masyarakat karena ada kekhawatiran terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik terhadap pelaku maupun lingkungan sekitar,” pungkas Hamzaid.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan lingkungan rumah kos serta pemanfaatan CCTV sebagai alat bukti dan pencegah tindak kriminal di permukiman.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru