Kejari Lamongan Panggil Kades Brengkok dan Ketua Pokmas Terkait Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Brengkok H. Nuriyadi dan Ketua Pokmas saat dipanggil ke kantor Kejari Lamongan, Selasa (15/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Desa Brengkok H. Nuriyadi dan Ketua Pokmas saat dipanggil ke kantor Kejari Lamongan, Selasa (15/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan memanggil Kepala Desa Brengkok, H. Nuriyadi, dan Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk dimintai klarifikasi terkait pengaduan dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026 di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Selasa (15/9/2026).

Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kejaksaan atas pengaduan warga mengenai dugaan pungutan dalam pelaksanaan program PTSL di desa tersebut. Sebelum meminta keterangan dari pihak yang dilaporkan, Kejari Lamongan telah memanggil pelapor dan sejumlah saksi.

H. Nuriyadi bersama Ketua Pokmas terlihat berada di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Lamongan sebelum menjalani pemeriksaan. Keduanya dipanggil secara terpisah oleh penyidik.

Berdasarkan pantauan, Ketua Pokmas lebih dahulu memasuki ruangan untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Sementara H. Nuriyadi masih menunggu di ruang PTSP untuk menjalani pemeriksaan sesuai jadwal pemanggilan.

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Mohammad Fajarudin, membenarkan pemanggilan tersebut. Menurut dia, keterangan yang diminta berkaitan dengan pengaduan masyarakat mengenai dugaan pungli PTSL di Desa Brengkok.

“Iya benar, pemanggilan itu klarifikasi terkait dengan tindak lanjut atas laporan pengaduan terkait pungli PTSL di Desa Brengkok. Untuk lebih jelasnya atau nanti lengkapnya sama Pak Kastel,” ujar Fajarudin, Selasa (15/9/2026).

Kasi Intelijen Kejari Lamongan, Erfan Nurcahyo, menjelaskan penanganan pengaduan dilakukan secara bertahap. Kejaksaan terlebih dahulu meminta keterangan dari pihak pelapor dan para saksi sebelum memanggil kepala desa serta Ketua Pokmas.

“Sebelumnya kami sudah memanggil pelapor dan juga para saksi untuk kita mintai keterangannya berkaitan adanya pengaduan warga Brengkok atas dugaan pungli PTSL. Hari ini jadwal panggilan yakni kepala desa (selaku terlapor) dan ketua pokmasnya,” kata Erfan.

Keterangan dari kepala desa dan Ketua Pokmas selanjutnya akan dicocokkan dengan informasi yang telah disampaikan pelapor maupun saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai substansi pengaduan masyarakat.

Proses pemanggilan dan klarifikasi ini belum dapat dimaknai sebagai penetapan adanya tindak pidana atau kesalahan hukum terhadap pihak yang diperiksa. Seluruh pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses penanganan pengaduan berlangsung.

Dengan demikian, perkembangan penanganan dugaan pungli PTSL di Desa Brengkok masih berada pada tahap klarifikasi. Keterangan dari para pihak menjadi bagian dari proses Kejari Lamongan dalam mendalami pengaduan yang disampaikan masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru