Dana LPDP Bertambah, Senator Lia Istifhama Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. Senator yang akrab disapa Ning Lia  (Dok Foto Pribadi)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. Senator yang akrab disapa Ning Lia (Dok Foto Pribadi)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa dana hasil pengembalian kerugian negara sebesar Rp 13 miliar dari kasus tindak pidana korupsi akan dialokasikan untuk memperkuat sektor pendidikan nasional. Salah satu program prioritas adalah penambahan anggaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. Senator yang akrab disapa Ning Lia menilai langkah Presiden Prabowo sebagai kebijakan visioner yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa. “Mengembalikan dana hasil korupsi untuk pendidikan adalah bentuk keadilan sosial nyata. Ini bukan sekadar pemberian beasiswa, tetapi investasi strategis untuk masa depan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya, Rabu (22/10).

Ning Lia menekankan bahwa penguatan LPDP harus disertai mekanisme seleksi dan distribusi yang inklusif serta berkeadilan. Ia menekankan agar penerima beasiswa tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah tertinggal, kepulauan, dan kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Pendidikan berkualitas tidak boleh terbatas pada mereka yang punya akses. Negara harus hadir memastikan anak-anak cerdas dari pelosok desa dan keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan yang sama melalui LPDP,” katanya.

Menurut senator asal Jawa Timur itu, LPDP berpotensi menjadi motor penggerak inovasi dan riset nasional apabila diarahkan sesuai kebutuhan strategis pembangunan daerah dan sektor prioritas nasional. “Beasiswa LPDP sebaiknya tidak hanya difokuskan pada studi di luar negeri, tetapi juga memperkuat kapasitas riset di dalam negeri. Bidang strategis seperti pendidikan, pertanian, energi terbarukan, dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Ning Lia juga menyoroti pentingnya program pendampingan pasca-beasiswa. Banyak alumni LPDP memiliki potensi besar, namun perlu difasilitasi agar bisa memberikan kontribusi langsung di instansi pemerintah, dunia akademik, maupun pemberdayaan masyarakat. “Setelah studi, penerima LPDP harus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Bukan sekadar kembali dengan gelar, tetapi mampu membawa perubahan di sektor-sektor penting pembangunan,” ujarnya.

Senator Lia berharap transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan LPDP terus dijaga agar dana yang berasal dari hasil pemberantasan korupsi benar-benar memberikan dampak positif bagi pendidikan nasional. “Ini momentum penting untuk membangun generasi Indonesia yang berilmu, berintegritas, dan berkarakter. Setiap rupiah yang dikembalikan dari korupsi harus menjadi cahaya pengetahuan bagi anak-anak bangsa,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru