PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Potensi buah siwalan yang tumbuh subur di sejumlah desa di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, berhasil diolah menjadi produk minuman bernilai ekonomi oleh Khoriyah. Warga Desa Pagak yang akrab disapa Mbak Iir itu mengembangkan minuman Siwalan Mix Legen yang kini banyak diminati konsumen.
Produk yang dipasarkan dengan nama “Oiry Dessert” tersebut memadukan buah siwalan segar dengan sari legen dalam kemasan modern. Minuman itu dikemas dalam cup berukuran 600 mililiter dan dipasarkan sebagai pilihan minuman segar yang cocok dinikmati saat cuaca panas.
Saat ditemui di rumahnya, Sabtu (18/7/2026), Iir tampak sibuk menyiapkan pesanan pelanggan. Ia dibantu seorang pekerja yang menangani proses pengupasan kulit ari buah siwalan, pengolahan bahan hingga pengemasan produk.
Menurut Iir, ide mengolah siwalan dan legen dalam kemasan praktis muncul ketika mengikuti bazar produk lokal Pasuruan pada 2024. Saat itu, ia melihat peluang pasar yang belum banyak digarap pelaku usaha lain.
“Karena waktu itu saya lihat di pasaran belum ada yang dikemas seperti ini. Jadi saya punya ide untuk dikemas saja, barangkali ada yang tertarik, dan alhamdulillah banyak yang suka,” ujarnya.
Bahan baku utama diperoleh dari petani siwalan di wilayah Beji. Buah yang diterima sudah terpisah dari kulit luarnya sehingga memudahkan proses produksi sebelum diolah menjadi minuman siap konsumsi.
“Datang buahnya sudah dalam keadaan dikupas kulit luarnya, tinggal mengupas kulit dalam atau ari,” jelasnya.
Memasuki musim kemarau, permintaan produk Siwalan Mix Legen meningkat. Dalam sehari, pesanan yang masuk dapat mencapai 100 cup. Produk tersebut dijual seharga Rp22 ribu untuk kemasan 600 mililiter, sedangkan minuman legen tanpa campuran siwalan dalam kemasan botol 1.500 mililiter juga dipasarkan dengan harga Rp22 ribu.
“Kalau yang kemasan cup, isi buah siwalannya rata-rata antara empat sampai lima buah, tergantung ukuran siwalannya,” terangnya.
Mayoritas pelanggan berasal dari perkantoran dan perusahaan. Iir mengaku bersyukur karena buah khas daerah yang mudah ditemukan di sekitar tempat tinggalnya kini memiliki nilai tambah dan mampu menarik minat konsumen.
“Karena ini fresh 100 persen dalam keadaan dingin. Cocok sekali dinikmati saat musim panas dan banyak pelanggan yang menyukainya,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar