PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mempercepat penerapan E-Transaksi Pemerintah Daerah guna memperkuat tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut ditegaskan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori saat membuka Sosialisasi E-Transaksi Pemerintah Daerah dan Optimalisasi Pemanfaatan KKPD di Auditorium Mpu Sindok, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Gus Shobih mengungkapkan capaian signifikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Pasuruan. Pada 2024, indeks SPBE Pasuruan berada di angka 2,14 dan menempati posisi terakhir dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kini, indeks tersebut meningkat menjadi 3,88 atau naik 1,47 poin. Menurut Gus Shobih, perbaikan tersebut tidak terlepas dari upaya digitalisasi yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah.
“Untuk menjadikan Pemerintah Kabupaten Pasuruan tata keuangannya bersih, tata keuangannya bagus, tata keuangannya transparan, tata keuangannya akuntabel, maka E-Transaksi Pemerintah Daerah ini secara mutlak harus kita laksanakan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, E-Transaksi Pemerintah Daerah mengubah sistem transaksi keuangan dari tunai menjadi non-tunai. Sejumlah layanan juga telah diterapkan, mulai pembayaran pajak secara daring, perluasan kanal pembayaran pajak dan retribusi, pengadaan barang melalui e-purchasing, SP2D online, hingga penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).
Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Karena itu, pemerintah daerah harus menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi berbagai tantangan fiskal di masa mendatang.
“Tahun depan kami juga enggak akan tahu apakah guncangan akan terjadi lagi. Oleh sebab itu, digitalisasi sudah tidak bisa kita hindari, harus kita kuasai,” ujarnya.
Gus Shobih menambahkan, penghematan, penguasaan teknologi digital, serta komunikasi aktif dengan pemerintah provinsi dan pusat menjadi tiga langkah strategis yang harus terus diperkuat. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus meningkatkan pelayanan publik.
Ia berharap implementasi E-Transaksi Pemerintah Daerah dapat berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sistem yang semakin terdigitalisasi, tata kelola keuangan Pemkab Pasuruan diharapkan menjadi lebih efektif dan akuntabel.
“Digitalisasi harus menjadi budaya kerja baru agar pengelolaan keuangan daerah semakin baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar