SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Sekolah Legislasi tingkat Provinsi Jawa Timur yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Jatim. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi politik bagi generasi muda agar memahami peran strategis mereka dalam sistem demokrasi Indonesia.
Sejumlah pejabat dan narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Rektor III Umsida Dr. Nurdyansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ainun Amalia, anggota DPD RI Lia Istifhama, anggota DPRD Pasuruan Adinda Denisa, perwakilan Badan Anggaran Sidoarjo Zakaria Dimas, Komisioner KPU Sidoarjo Mokhammad Yasin, dosen Umsida Rifai Ridlho, serta Ketua Umum DPM Umsida Bagus Anggara.
Dalam stadium general, anggota DPD RI Lia Istifhama menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi Z dalam dunia politik. Ia menyebut, perkembangan zaman telah membuka banyak peluang baru, termasuk hadirnya profesi non-konvensional seperti influencer yang turut memengaruhi opini publik.
“Semua orang pada dasarnya bisa menjadi politisi dalam negara demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Ning Lia.
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada sikap emosional atau sekadar mengejar popularitas di ruang publik dan digital. Menurutnya, mahasiswa perlu menyuarakan aspirasi secara konstruktif agar membawa dampak nyata bagi kepentingan masyarakat.
“Speak up bukan untuk sensasi, tapi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jangan jadi generasi yang baperan, tapi jadilah generasi yang berperan,” tegasnya.
Ning Lia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan membangun kepercayaan publik sebagai modal sosial dalam kehidupan berbangsa. Ia mengajak mahasiswa memahami kebijakan publik yang responsif, termasuk pentingnya mendengar aspirasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia, mendorong mahasiswa tetap memegang teguh idealisme meski nanti terjun ke dunia kerja.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jangan sampai idealisme luntur ketika sudah masuk dalam sistem. Justru di situlah tantangan untuk tetap membawa perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar