PAPUA BARAT – SORONG, RadarBangsa.co.id – Dalam menyampaikan aspirasi Dr.H.Amirudin,MM,sejatinya pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan keilmuan, tetapi juga membentuk kepribadian, kemandirian, keterampilan sosial, dan karakter namun olehnya Lembaga pendidikan tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, berkomitmen untuk melaksanakan dan mengawal pembentukan karakter Masyarakat Kota Sorong. Selasa (19/05/2020)
Dalam penyampaian Jhon Ohoiner, bahwa dalam pengembangan budaya akademik menjadi titik temu antara upaya pembinaan karakter dengan peningkatan kualitas sebagai hasil dari sebuah proses Civitas Muhammadiya Sorong (UMS), dalam Karakter merupakan bagian integral dari budaya akademik,mengingat karakter diperlukan dan berpotensi dikembangkan dari setiap hak kamanusian aktivitas akademik.terangnya
Sehingga Sementara yang lain, lebih mengartikan kampus sebagai tempat untuk beradu fashion, sebagai tempat trendi-trendian, sebagai tempat tebar pesona dan masa muda, dengan kesibukan tesebut menegaskan gaya hidup baru yang dibentuk oleh modernisasi, Tidak heran jika banyak mahasiswa hanya datang ke kampus, duduk dan diam mendengarkan penjelasan dari oknum yang tidak bertanggung jawab atas kesepakatan yang sudah di tetapkan kemudian seharusnya menghormati keputusan PP Muhammadiyah yang kemudian di tetapkan sesuai mekanisme. tambahnya
Namun Pendidikan tinggi Universitas Muhammadiyah Sorong, pada dasarnya merupakan ladang tempat lahirnya kader-kader intelektual. Dalam hal ini juga menoreh saran oleh Wenly Kilmanggun, Sehingga disinilah nilai-nilai positif seperti jujur, cerdas, peduli, tangguh, tanggung jawab, religius dan nilai positif dan mampu mengambil keputusan yang telah di tetapakan sikap lainnya bisa ditanamkan, terinternalisasi, dan menjadi sebuah budaya dalam upaya membangun tradisi intelektual. Ujar DR.H.Amrudin.M.M.
(ERWIN SYAH RAHAKBAUW)








