DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Kolaborasi Lintas Kementerian di Haji 2026

Jumat, 29 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi penguatan kolaborasi lintas kementerian dalam pengawasan dan pelayanan haji 2026, Jumat, 29 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi penguatan kolaborasi lintas kementerian dalam pengawasan dan pelayanan haji 2026, Jumat, 29 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MADINA, RadarBangsa.co.id – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 menghadapi tekanan besar. Kepadatan jemaah di kawasan Armuzna, perubahan skema layanan berbasis syarikah, hingga meningkatnya kebutuhan layanan lansia menjadi tantangan serius yang disorot publik.

Di tengah situasi itu, Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai koordinasi lintas kementerian menjadi faktor paling menentukan dalam menjaga pelayanan jemaah tetap berjalan aman dan terkendali.

Menurut Lia, pola kerja sama antar-instansi tahun ini terlihat lebih solid dibanding sebelumnya. Tidak hanya melibatkan kementerian di dalam negeri, tetapi juga koordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang kini dinilai lebih terstruktur.

“Kolaborasi lintas sektor tahun ini terlihat semakin solid. Tidak hanya antar-kementerian di dalam negeri, tetapi juga koordinasi dengan Kemenhaj di Arab Saudi yang semakin terstruktur,” ujar Lia Istifhama.

Perubahan sistem layanan haji yang semakin kompleks membuat petugas di lapangan harus bergerak cepat. Kondisi di titik krusial seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina disebut menjadi ujian utama pengawasan pemerintah.

Lia menilai, respons cepat petugas Kementerian Agama di berbagai daerah mampu menekan potensi persoalan yang lebih besar. Ia melihat adanya kesamaan visi antara petugas daerah dan pusat dalam menjaga kualitas pelayanan jemaah.

“Di tengah berbagai dinamika, pemerintah hadir dengan solusi yang cepat dan terkoordinasi. Ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan pelayanan sudah berjalan semakin matang,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada administrasi, para petugas juga turun langsung memantau kondisi jemaah di lapangan. Pengawasan terhadap mobilitas jemaah, distribusi logistik, hingga layanan khusus lansia disebut mengalami peningkatan.

Fenomena jemaah lanjut usia menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan haji tahun ini. Kebutuhan pendampingan dan layanan kesehatan meningkat seiring tingginya jumlah lansia yang berangkat ke Tanah Suci.

Lia menilai penguatan sistem layanan ramah lansia menjadi langkah penting yang berdampak langsung terhadap kenyamanan jemaah. Menurutnya, pendekatan pelayanan kini mulai lebih manusiawi dan adaptif terhadap kondisi lapangan.

“Dengan sinergi yang kuat antar-kementerian dan dukungan Kemenhaj, jemaah dapat merasakan kenyamanan dan keamanan selama menjalankan ibadah. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melayani umat,” katanya.

Selain pengawasan lapangan, Lia juga menyoroti penguatan sistem informasi jemaah dan peningkatan pendampingan ibadah yang mulai diterapkan tahun ini. Langkah tersebut dinilai membantu percepatan respons ketika terjadi kendala di lapangan.

Putri KH Maskur Hasyim itu berharap pola koordinasi lintas sektor tidak berhenti pada penyelenggaraan haji tahun ini saja. Ia meminta mitigasi risiko di titik padat, layanan kesehatan, dan sistem digital terus diperkuat agar keselamatan serta kenyamanan jemaah semakin terjamin.

“Sinergi ini harus terus dijaga dan diperkuat agar pelayanan haji Indonesia semakin matang dan responsif terhadap kebutuhan jemaah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru