Empat Pedoman Prabowo Jadi Arah Kepemimpinan Khofifah di Jawa Timur

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan empat pedoman kepemimpinan yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi acuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Khofifah setelah bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jatim mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jumat (14/8).

Khofifah menilai empat pedoman tersebut dapat menjadi dasar kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan seluruh rakyat. Menurutnya, kepemimpinan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

“Setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat,” ungkap Khofifah.

Dalam pidato kenegaraan di hadapan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Presiden Prabowo menyampaikan empat hal yang terus menjadi pegangan. Pedoman pertama adalah bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pedoman kedua ialah menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. Khofifah mengaitkan pedoman ini dengan upaya mewujudkan swasembada pangan, dengan Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nasional.

“Ketika nasional tengah berupaya Swasembada Pangan, maka Jawa Timur telah ada di posisi Kedaulatan Pangan Berkelanjutan. Ini bukti bahwa keseriusan dan kerja keras kita untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum,” ucapnya.

Berdasarkan arahan Presiden Prabowo, Indonesia pada tahun ini telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian tersebut didukung Jawa Timur yang menjadi produsen beras, jagung, gula, daging ayam, telur hingga daging sapi terbesar se-Indonesia. Khofifah juga menegaskan pentingnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa agar dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat.

Pedoman ketiga menekankan kerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat. Khofifah mencontohkan Pasar Murah di berbagai daerah di Jatim sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan masyarakat.

Pemprov Jatim, kata Khofifah, akan terus hadir dan lebih peka ketika masyarakat membutuhkan solusi. Pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan berlarut-larut hingga menghambat kualitas hidup warga.

“Pemerintah pusat hadir. Pemprov hadir. Kepekaan-kepekaan itu yang sangat dibutuhkan untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat hingga di lini terbawah,” tegasnya.

Pedoman keempat berkaitan dengan orientasi jangka panjang. Khofifah mengatakan setiap kebijakan pemerintah harus menjawab kebutuhan hari ini sekaligus mempertimbangkan kehidupan generasi berikutnya.

Ia mencontohkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, termasuk Jawa Timur. Kondisi tersebut dinilai perlu dioptimalkan agar generasi saat ini dapat memberikan kontribusi signifikan menuju Indonesia Emas 2045.

“Jangan sampai kita nanti saat sampai pada Indonesia Emas 2045, merasa menyesal tidak berkontribusi signifikan,” ujarnya.

Khofifah juga menegaskan pendidikan sebagai jalan terbaik untuk memutus rantai kemiskinan sebuah bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus kepemimpinannya sejak periode pertama.

“Kita percaya bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat sebuah keluarga. Oleh sebab itu, perbaikan Sumber Daya Manusia telah menjadi fokus utama dalam kepemimpinan kami sejak periode pertama lalu,” kata Khofifah.

Ia menekankan pendidikan harus inklusif dan dapat merangkul seluruh masyarakat. “No One Left Behind. Pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Khofifah optimistis empat pedoman tersebut dapat menjadi guideline bersama hingga lini terbawah, sehingga pembangunan nasional diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo dapat terwujud melalui kerja bersama. Pertumbuhan ekonomi dan investasi, menurutnya, akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Empat pedoman itu kemudian ditempatkan Khofifah sebagai arah kerja pemerintahan yang harus terasa sampai tingkat masyarakat paling bawah. Penekanannya bukan hanya pada pelaksanaan kebijakan, tetapi juga pada kemampuan pemerintah membaca kebutuhan warga dan meresponsnya dengan langkah yang terukur.

Dalam konteks Jawa Timur, pesan tersebut juga dikaitkan dengan penguatan kemandirian pangan, percepatan penyelesaian persoalan masyarakat, serta penyiapan sumber daya manusia. Khofifah memandang ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari orientasi pembangunan jangka panjang karena kualitas kehidupan masyarakat dan kesiapan generasi penerus menjadi bagian penting dari tujuan pembangunan.

Dengan kerangka tersebut, Pemprov Jatim berupaya memastikan arahan kepemimpinan nasional diterjemahkan menjadi perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, penguatan kemandirian, serta pembangunan manusia yang inklusif di berbagai wilayah Jawa Timur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Berita Terbaru