Festival Layang-Layang Internasional Jogja Resmi Ditutup, Ini Deretan Pemenangnya

Senin, 28 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan layang-layang menghiasi langit Pantai Parangkusumo saat Jogja International Kite Festival 2025 berlangsung.
Foto: Dok. radarbangsa.co.id

Ratusan layang-layang menghiasi langit Pantai Parangkusumo saat Jogja International Kite Festival 2025 berlangsung. Foto: Dok. radarbangsa.co.id

BANTUL, RadarBangsa.co.id – Jogja International Kite Festival (JIKF) yang berlangsung di Pantai Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, resmi ditutup pada Minggu, 27 Juli 2025. Penutupan festival ini sekaligus menandai berakhirnya serangkaian kompetisi dari berbagai kategori yang memukau ribuan pengunjung.

Ketua panitia JIKF 2025, Anang Sarianto, menyampaikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan mengedepankan orisinalitas serta teknik penerbangan layang-layang. Ia menambahkan bahwa kreativitas para peserta tahun ini meningkat signifikan, mencerminkan antusiasme dan inovasi dari komunitas pelayang lokal maupun nasional.

Pada kategori lomba layang-layang tradisional, juara pertama diraih oleh Batik Parang dari Komam Kite dengan skor 970. Posisi kedua ditempati Burung Hantu dari Panji Kite (skor 955), dan peringkat ketiga diraih Batik Ukir dari Aqila Kite (skor 915).

Sementara itu, pada kategori dua dimensi, Satria Winara dari Komam Kite berhasil menjadi yang terbaik dengan skor 945. Disusul Langsang dari Pelayang Binangun (skor 915), dan Hanoman dari Laskar Pelangi (skor 880).

Ketatnya persaingan juga terjadi di kategori Rokaku Challenge. Pelangi Jepara berhasil meraih posisi pertama dengan waktu bertahan 15 detik di udara, diikuti Yudhistira Kite (18 detik), dan Panji Kite Cilacap (20 detik).

Pada kategori tiga dimensi, Kalajengking dari Aqila KC berhasil menyabet juara pertama dengan skor 925. Peringkat kedua diraih Balap Karung dari Fakta KC (skor 910), disusul Talo Balak dari Lampung Kite (skor 895).

Adapun dalam kategori lomba train, Dewandra Nusantara dari Yudhistira Kite menempati posisi puncak dengan skor 970. Sedangkan Sekar Pengayom Jagad dari Pelayang Binangun meraih skor 960, dan Taksaka dari Lampung Kite mendapat skor 955.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan, tapi menjadi ruang ekspresi budaya dan kreativitas yang bisa dinikmati masyarakat luas,” ujar Anang menutup pernyataannya.

Antusiasme pengunjung dan para pelayang dari berbagai daerah menjadikan JIKF 2025 sebagai momentum penting dalam promosi pariwisata serta pelestarian budaya lokal berbasis kreativitas. Pemerintah daerah pun mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tahunan tersebut.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Berita Terbaru