BBM Langka, Sekolah Libur di Jember: Senator Lia Istifhama Desak Evaluasi Distribusi Energi

Senin, 28 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga terlibat adu mulut di salah satu SPBU di Jember, imbas dari kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang dan suasana ricuh.(Dok Screnshot video)

Warga terlibat adu mulut di salah satu SPBU di Jember, imbas dari kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang dan suasana ricuh.(Dok Screnshot video)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menimbulkan dampak serius. Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak hanya memicu kemacetan lalu lintas, tetapi juga memengaruhi kegiatan belajar-mengajar. Beberapa sekolah bahkan mengambil langkah ekstrem dengan meliburkan siswa.

Situasi ini mendapat sorotan tajam dari anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Ia menilai, distribusi energi yang tak berjalan optimal menjadi penyebab utama gangguan di lapangan. “Masyarakat mengandalkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi anak-anak ke sekolah. Jika suplai tersendat, ini tentu mencederai kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi kita,” ujar Lia, Senin (28/7/2025).

Menurut Senator yang akrab disapa Ning Lia itu, persoalan seperti ini seharusnya dapat dicegah jika ada proyeksi kebutuhan BBM yang lebih akurat di daerah. Apalagi, kata dia, fluktuasi permintaan energi di wilayah seperti Jember bukan hal baru.

“Kita tahu Jember punya pola konsumsi yang relatif stabil. Tidak ada krisis nasional atau bencana besar yang menjadi penyebab kelangkaan. Artinya, ini soal manajemen distribusi. Saya pikir Pertamina dan pihak terkait harus lebih cermat dalam membaca pola kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menyoroti kemacetan di jalur distribusi seperti di kawasan Gumitir dan Ketapang yang dijadikan alasan atas keterlambatan pasokan BBM. Menurutnya, hambatan teknis semacam itu sudah semestinya bisa diantisipasi lebih dini.

“Kalau distribusi terganggu karena jalur macet, seharusnya itu sudah masuk dalam skenario mitigasi. Negara tidak boleh tunduk pada alasan-alasan teknis semata ketika yang dikorbankan adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ning Lia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di wilayah-wilayah non-perkotaan, agar ketimpangan pasokan tidak terus berulang.

“Yang paling memprihatinkan adalah dampaknya terhadap dunia pendidikan. Jangan sampai keterlambatan BBM berujung pada libur sekolah. Ini preseden buruk. Kita butuh rencana kontingensi yang konkret untuk situasi seperti ini,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru