Geger Mojokerto, Mayat Gadis Lamongan Dimutilasi 65 Bagian

Senin, 8 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi jurang di kawasan Pacet, Mojokerto (kiri) menjadi tempat ditemukannya potongan tubuh korban mutilasi. Foto kanan, TAS (25), gadis asal Lamongan yang menjadi korban dalam kasus tragis ini. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lokasi jurang di kawasan Pacet, Mojokerto (kiri) menjadi tempat ditemukannya potongan tubuh korban mutilasi. Foto kanan, TAS (25), gadis asal Lamongan yang menjadi korban dalam kasus tragis ini. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Kasus mutilasi sadis mengguncang Mojokerto, Jawa Timur. Seorang perempuan muda berinisial TAS (25) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya dipotong menjadi 65 bagian dan dibuang di kawasan semak-semak Dusun Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, pada Sabtu (6/9/2025) pagi.

Warga sekitar pertama kali menemukan potongan tubuh korban sekitar pukul 10.30 WIB. Temuan itu segera dilaporkan ke pihak kepolisian yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tak butuh waktu lama, aparat berhasil mengidentifikasi korban. Dari hasil penyelidikan intensif, jejak pelaku mengarah pada pacar korban, AM (24). Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap AM di sebuah kamar kos di Jalan Raya Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya Barat, pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Kita berhasil mengamankan pelaku. Saat ditangkap, pelaku seorang diri di kamar kos Surabaya Barat,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, kepada wartawan.

Hasil penyidikan sementara mengungkap bahwa AM dan TAS sudah menjalin hubungan sejak masih kuliah di Universitas Trunojoyo, Madura. Keduanya dikabarkan telah berpacaran selama lima tahun dan tinggal bersama di sebuah kos di Surabaya.

Pelaku yang berasal dari Desa Aek Paing, Kecamatan Rantu Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatra Utara itu diketahui melakukan aksinya seorang diri. Korban yang berasal dari Kabupaten Lamongan diduga tewas sebelum dimutilasi menjadi puluhan bagian.

Dalam penggeledahan di kamar kos, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk melakukan pembunuhan maupun mutilasi. Di antaranya pisau dapur, pisau daging, gunting taman, dan sebuah palu. Selain itu, turut diamankan sarana transportasi yang digunakan AM untuk membuang potongan tubuh korban ke wilayah Pacet.

“Pelaku seorang diri melakukan perbuatannya. Kami juga mengamankan alat-alat yang digunakan saat membunuh hingga memutilasi korban,” tegas AKP Fauzy.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik perbuatan keji tersebut. Dugaan sementara, ada konflik pribadi yang melatarbelakangi, namun penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku sudah kita amankan di Satreskrim Polres Mojokerto. Saat ini sedang dilakukan penyidikan mendalam untuk mengetahui motif pastinya,” tambah Fauzy.

Kasus ini sontak membuat geger masyarakat Lamongan maupun Mojokerto. Warga Desa Made, tempat tinggal orang tua korban, mengaku syok setelah mengetahui kabar tersebut. TAS dikenal sebagai sosok yang pendiam, mudah bergaul, dan tidak pernah membuat masalah di lingkungannya.

Sementara itu, kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan. “Kami akan mengusut tuntas perkara ini. Tidak hanya pelaku, tapi juga motif dan latar belakang yang membuat kasus ini terjadi,” pungkas Fauzy

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984
Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan
Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 19:12

Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan

Berita Terbaru